Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Prediksi Ilmuwan Unpad Angka Kasus Positif Virus Corona di Indonesia Bakal Meroket Sangat Akurat

Peniliti Unpad: Kami telah menganalisis bahwa tidak ada perubahan perilaku masyarakat yang konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan.

Istimewa
Update data kasus virus corona di Jabar dan daerah lain di Indonesia, Sabtu 11 Juli 2020. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Prediksi statistikawan Universitas Padjadjaran (Unpad), Yuyun Hidayat M.SIE.,Ph.D terkait peningkatan kasus positif di Indonesia dalam rentang waktu 5-11Juli 2020 yakni, 68.704 - 75. 772 kembali terbukti akurat, setelah Gugus Tugas RI, umumkan kasus positif per 11 Juli 2020 mencapai 74.108.

Ketepatan prediksi kasus yang dilakukan oleh Yuyun bersama tim Survei LQC Departemen Statistika Unpad tersebut, menjadi akurasi perhitungan keenam yang telah dilakukannya secara periodik sejak 31 Mei 2020 lalu.

Statistikawan yang juga Ketua Tim Survei LQC Departemen Statistika Unpad itu pun mengaku, metode pengukuran yang digunakannya untuk memprediksi terjadinya peningkatan kasus positif covid-19 di tanah air adalah model autoregresif modifikasi (modified autoregression) yang memperhitungkan perilaku manusia yang sulit berubah untuk selaras dengan kebiasaan baru yaitu penerapan protokol kesehatan.

Pengakuan Emak-emak di Tasik Disengat Tawon dan Selamat dari Maut, Sakit, Pusing, dan Lemas

Model komputasi ini semata memberikan gambaran mengenai angka kasus Covid di Indonesia. Tentu jika penerapan AKB tetap mematuhi protokol kesehatan, angka kasus Covid di Indonesia tidak signifikan meningkat.

“Kami telah menganalisis bahwa tidak ada perubahan perilaku masyarakat yang konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal ini terekam dalam model autoregresif yang saya dan tim lakukan.
Karena itu, pemerintah perlu mengambil atau mengubah langkah pencegahan, secara lebih terarah" ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon. Sabtu (11/7/2020).

Yuyun menuturkan, dalam penelitiannya pihaknya menggunakan teknik deteksi outliers menggunakan statistical quality control untuk cek akurasi data input ke model peramalan. Kemudian, menerapkan ukuran kinerja peramalan yang sangat restrictive yaitu, APE (Absolute Percentage Error) pada setiap peramalan, untuk menjaga agar setiap prediksi di jamin akurat.

Hal yang menjadi menarik dalam penelitian tersebut bahwa, pihaknya tidak melakukan pemilihan sampel secara acak seperti yang dilakukan dalam proses pengukuran lainnya, melainkan menggunakan rekapitulasi data yang telah tersedia dan terpublikasi secara berkala dalam laman resmi Gugus Tugas RI serta pada laman Worldometer,WHO,dan John Hopkins University.Ketiga laman tersebut digunakan untuk validasi model di banyak negara.

Sekolah Alam di Saung Kampung Citarum Dayeuhkolot, Hilangkan Penat Anak-anak yang Lama di Rumah Saja

"Semakin banyak data yang kami kumpulkan dan memanfaatkannya, maka semakin tinggi juga peluang akurasi hasil penelitiannya. Kami berharap hasil penelitian ini menjadi acuan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan secara cepat, sehingga, peningkatan kasus covid-19 tidak akan mudah terjadi atau memunculkan episentrum baru," ucapnya.

Yuyun menambahkan, pihaknya akan terus merilis prediksi hasil penelitiannya secara rutin setiap hari Senin, sebagai upaya acuan bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan antisipatif terjadinya jumlah kasus di tanah air.

Sebelumnya, Yuyun telah memprediksi dan mengumumkan hasil prediksinya sejak akhir Mei lalu. Dimana, prediksi pertamanya yaitu, pada rentang waktu 31 Mei - 6 Juni 2020, total peningkatan jumlah kasus yang akan terjadi antara 29.035-32.585. Hasil itu pun terbukti akurat, saat Gugus Tugas Covid-19 RI mengumumkan perkembangan kasus
pada 6 Juni yaitu, 30.514.

Prediksi kedua yaitu, pada 7-13 Juni, perkembangan total kasus yang akan terjadi antara 34.344 - 37.626, dan pada 13 Juni pemerintah umumkan jumlah kausu positif mencapai 37.420.

Selanjutnya atau prediksi ketiga, pada 14-20 Juni antara 41.236 - 45.345 kasus positif, hasil itu pun sesuai dengan jumlah kasus yang diumumkan pemeintah pada 20 Juni 2020 yaitu,
45.209.

Prediksi keempat, pada 21 - 27 Juni yaitu, 50.595 - 56.589 kasus, dan data yang diumumkan pemerintah pada 27 Juni adalah 52.815. Kemudian, prediksi kelima pada 28 Juni - 4 Juli yaitu, antara 58.758 - 65.162, kemudian hasil yang diumumkan pemerintah adalah 62.142 per 4 Juli lalu.

Jenderal TNI Andika Perkasa Buka Data Keluarga Secapa AD Kena Covid-19, Ada Anak yang Positif Corona

Hari ini prediksi keenamnya pada 5-11 Juli 2020 yaitu, 68.704 - 75.772, kembali tepat, setelah pemerintah umumkan peningkatan kasus per 11 Juli yaitu, 74.108. Bahkan, dirinya pun telah memprediksi bahwa pada 12 - 18 Juli yaitu, antara 76.130 - 91.194.

"Maka layak dinantikan apakah prediksi kami kembali akurat atau hanya kebetulan. Karena kami telah memprediksi peningkatan kasus akan terus terjadi, apabila tidak ada perubahan kebijakan dan perilaku masyarakat yang tidak konsisten dalam mematuhi aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan," katanya. (Cipta Permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved