Breaking News:

Jelang Idul Adha, Pemprov Jabar Waspadai Penyakit Antraks, Jalur Masuk Hewan Diperketat

Pertama, DKPP Jabar sudah melaksanakan vaksinasi antraks dan menyiapkan sekitar 27.000 vaksin antraks.

TRIBUN JABAR
Ratusan sapi saat diperjualbelikan di Pasar Hewan Tanjungsari, Selasa (31/1). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar Jafar Ismail mengatakan pihaknya intens mengawasi hewan kurban di tempat penjualan hewan.

Pertama, DKPP Jabar sudah melaksanakan vaksinasi antraks dan menyiapkan sekitar 27.000 vaksin antraks.

"Kedua, kami melaksanakan pengawasan. Pengawasan jalur masuk hewan dari luar provinsi di daerah Cirebon, Banjar, dan Kabupaten Bogor. Kami memperketat kedatangan asal hewan kurban dari luar provinsi Jabar," ucapnya di Gedung Sate, Jumat (10/7).

Menurut Jafar, DKPP Jabar akan melakukan pemeriksaan hewan kurban menjelang Iduladha. Selain itu, kata Jafar, pihaknya memberikan informasi kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) soal tata cara penyembelihan hewan di tengah pandemi.

"Untuk hewan kurban yang layak untuk dikurbanka nanti akan diberikan kalung telah lulus dari pemeriksaan," ucapnya.

DKPP Jabar menurunkan 735 petugas dan 40 dokter hewan untuk melaksanakan pengawasan hewan kurban. Kemudian, DKPP Jabar akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Jafar menegaskan, hewan kurban harus mempunyai kriteria ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Penjualan hewan kurban di lapangan hanya diperbolehkan di daerah yang level kewaspadaan COVID-19 berada di zona hijau dan biru (level 1 dan 2).

Itupun dapat dilakukan jika mendapat rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota setempat.

Halaman
1234
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved