Breaking News:

Tagih Duit Investasi, Puluhan Nasabah Geruduk Kantor Minna Padi Aset Manajemen Bandung

Puluhan nasabah menggeruduk kantor Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) Bandung di Jalan Pasirkaliki

tribunjabar/mega nugraha
Tagih Duit Investasi, Puluhan Nasabah Geruduk Kantor Minna Padi Aset Manajemen Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -‎ Puluhan nasabah menggeruduk kantor Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) Bandung di Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).

Kedatangan mereka menagih uangnya yang sudah diinvestasikan di perusahaan investasi itu karena enam program investasi reksadana MPAM dilikuidasi.

Keenam produk reksa dana tersebut, antara lain Reksa Dana Minna Padi Pringgodani Saham, Reksa Dana Minna Padi Pasopati Saham, Reksa Dana Syariah Minna Padi Amanah Saham Syariah. Kemudian, Reksa Dana Minna Padi Property Plus, Reksa Dana Minna Padi Keraton II, dan Reksa Dana Minna Padi Hastinapura Saham.

Ke enam produk reksa dana tersebut menawarkan imbal hasil pasti, yang bertentangan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 39/POJK.04/2014.

Menjelang Hari Jadi Purwakarta, Bupati dan Para ASN Turun ke Jalan Mengecat Trotoar

Pantauan Tribun, puluhan nasabah itu masuk ke dalam kantor dan menagih uang yang reksadana yang mereka investasikan.

"Kami me‎minta uang kembali karena ada uang banyak nasabah yang harus dipertanggung jawabkan," ujar Anto, perwakilan nasabah.

Kasus ini sudah bergulir sejak tahun lalu. Tepatnya sejak OJK mengeluarkan peraturan OJK tersebut. Mereka menyimpan dana tersebut dengan nilai minimal investasi ratusan juta.

"Saya sudah mengumpulkan uang itu puluhan tahun, diinvestasikan disini tapi tiba-tiba tidak bisa dipertanggung jawabkan," ujar Nindi, seorang perempuan.

Sementara itu, Apriyanto (45) seorang nasabah lainnya mengatakan dana investasi reksa dana yang disetorkan ke MPAM nominalnya minimal Rp 500 juta dengan profit dijanjikan 11 persen per tahun. Rata-rata nasabah ada yang sudah menginvestasikannya selama tiga hingga lima tahun.

"Saat dilikuidasi kami meminta uang kami kembali.‎ Kami dijanjikan akan dikembalikan lagi dananya dengan persentase 50 persen, terdiri dari 20 persen uang cash dan 30 persen dalam bentuk saham. Tapi kami menolak karena saat di awal pun kami menyetorkan dengan cash," ujar Apriyanto.

Apakah Virus Corona Bisa Menyebar Melalui Udara? Begini Kata Gugus Tugas Covid-19

Martin Sitorus, konsultan hukum MPAM mengatakan pertanggung jawaban MPAM salah satunya pendistribusian uang nasabah sejak Oktober atau sejak dinyatakan dilikuidasi.

"Salah satunya soal 50 persen yang terdiri dari 20 persen cash dan 30 persen yang saat ini sudah berjalan pendistribusiannya," ujar Martin.

Tuntutan pengembalian uang nasabah itu sendiri karena proses likuidasi bukan karena kepailitan. Sehingga, aset nasabah dalam bentuk uang masih ada.

"Disimpan di Bank Kustodian," ujar Martin.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved