Breaking News:

Pengunjung Wajib Patuhi Protokol Kesehatan,Tempat Wisata Sumedang Diserbu Pengunjung

Pemkab Sumedang menyusunan pedoman penerapan AKB bidang kepariwisataan pada minggu keempat Mei dilanjutkan dengan sosialisasi dan simulasi AKB

Istimewa

SUMEDANG, TRIBUN – Objek wisata di Sumedang diserbu pengunjung saat Pemkab Sumedang mengeluarkan kebijakan beroperasinya lokasi wisata saat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), aktivitas sosial warga Sumedang dibatasi dan harus tinggal di rumah. Untuk melepas kejenuhan setelah tinggal di rumah, banyak warga yang memilih pergi ke tempat wisata di Sumedang.

Objek wisata yang banyak dikunjungi, perkebunan teh Margawindu, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. Pengunjung yang berasal dari berbagai wilayah di Sumedang berdatangan menikmati udara segar dan pemandangan alam yang menyejukkan mata di kawasan dataran tinggi. Apalagi kondisi jalan ke perkebunan sudah mulus.

Begitu juga di pemandian air panas Cipanas Cileungsing, Buahdua. Pengunjung yang datang ada juga dari Indramayu. Tempat wisata dadakan juga ramai dikunjungi seperti aliran Sungai Cihonje yang sangat jernih di tengah hamparan sawah, Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan. Begitu juga Alun-alun Sumedang dengan wajah baru diserbu pengunjung.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengingatkan para wisatawan agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama menikmati objek wisata. “Sesuai dengan prediksi, yang akan dicari warga setelah PSBB berakhir adalah tempat-tempat wisata. Tentunya hal ini untuk menghilangkan kepenatan setelah lama berada di rumah. Tapi jangan sampai lupa, protokol kesehatan dijalankan,” kata Dony, Kamis (9/7).

Pembukaan lokasi wisata dilakukan 9 Juni lalu dengan kunjungan bukan rombongan. Untuk penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata, Pemkab Sumedang menyusunan pedoman penerapan AKB bidang kepariwisataan pada minggu keempat Mei dilanjutkan dengan sosialisasi dan simulasi AKB pada minggu pertama Juni 2020.

Berdasarkan pedoman penerapan AKB wisata jam operasional maksimal delapan jam dan dimulai pukul 09.00 WIB. Pengelola wajib menyediakan tempat cuci tangan, sabu/hand sanitizer di lokasi tempat masuk dan di tempat-tempat strategis di kawasan objek wisata. Pengunjung berdisiplin menjaga jarak dan memakai masker atau face shield guna mencegah penyebaran virus. Penjaga tiket wajib pakai masker, face shield, sarung tangan dan menyiapkan pengukur suhu serta membuat imbauan jaga jarak antrean. Jumlah pengunjung dibatasi 50 persen dari daya tampung. [adv]

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved