Berdasarkan Survei, Belum Ada Figur Menonjol di Pilkada 2020 Indramayu
Menurutnya, bakal calon yang sangat berpotensial menang di Pilkada 2020 Indramayu harus memiliki tingkat popularitas di atas 80 persen
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI ( Cikom-LSI ) Network Denny JA, Toto Izul Fatah, menyebut belum ada kandidat kuat untuk memenangi Pilkada 2020 Indramayu.
Bahkan, peluang Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, pun dianggap berat.
Berdasarkan hasil survei popularitas dan elektabilitas sejumlah bakal calon bupati Indramayu yang dilakukan Cikom-LSI, katanya, tingkat kepuasan publik terhadap kerja Taufik Hidayat berkisar 50 persen.
"Idealnya, calon incumbent itu moncer dan yang bisa terpilih lagi biasanya yang tingkat kepuasan publiknya di atas 70 persen," ujar Toto Izul Fatah di Grand Trisula Hotel Indramayu, Kamis (9/7/2020).
Ia menyebut calon pesaing berat Taufik Hidayat pada Pilkada 2020 Indranma mendatang di antaranya Daniel Mutaqin Syafiuddin dan Toto Sucartono.
Daniel, anak kandung dua mantan bupati Indramayu, Yance dan Anna Sophanah, unggul atas nama-nama lain dalam sejumlah simulasi yang dilakukan Cikom-LSI.
• VIDEO-Hasil Survei, Ini Posisi yang Aman Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat di Pilkada Indramayu
• Hasil Survei, Ini Posisi yang Aman Bagi Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat di Pilkada Indramayu
Secara keseluruhan, kata Toto Izul Fatah, belum ada figur yang punya tingkat popularitas amat menonjol di antara nama-nama yang diprediksi maju di Pilkada 2020 Indramayu.
Menurutnya, bakal calon yang sangat berpotensial menang harus memiliki keterkenalan di atas 80 persen dan tingkat kesukaannya seimbang.
Sejauh ini, Cikom-LSI mencatat tingkat keterkenalan para figur itu rata-rata masih di bawah 70 persen.
"Daniel Mutaqin masih memiliki tingkat keterkenalan yang belum tembus di 70 persen, baru 60 persen. Padahal, tingkat keterkenalan ini biasa menjadi poin untuk menang," ujar Toto Izul Fatah.
Sosialisasi dan kampanye akan menjadi kunci para figur tersebut untuk menjadi pemenang.
"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) besar buat calon yang berkategori itu untuk makin gencar melakukan sosialisasi pengenalan publik. Yang Ideal, tingkat keterkenalan dan kesukaannya berbanding lurus," ujarnya.