Breaking News:

Baru Pertama Kali Tes Swab, Begini Perasaan Pemain Prawira Bandung

Pemain Prawira Bandung, Diftha Pratama mengapresiasi langkah manajemen yang mengadakan tes swab PCR sebelum kembali berkompetisi dan latihan bersama.

Tribunjabar.id/Ferdyan Adhy Nugraha
Pemain Prawira Bandung, Diftha Pratama mengapresiasi langkah manajemen yang mengadakan tes swab PCR sebelum kembali berkompetisi dan latihan bersama. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemain Prawira Bandung, Diftha Pratama mengapresiasi langkah manajemen yang mengadakan tes swab PCR sebelum kembali berkompetisi dan latihan bersama.

Diftha mengatakan bahwa tes ini sangat penting karena untuk mengetahui ada tidaknya covid-19 di dalam tubuh mereka.

"Ini bagus banget ya karena kita dapet salah satu protokol nya kalau mau latihan harus test PCR. Ini yang dilakukan manajemen bagus banget, kita melakukan test untuk semua bukan hanya pemain," ujar Diftha di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, Jumat (10/7/2020).

Prawira Bandung Gelar Test Swab di Graha Persib, Syarat Kembali Berlaga di IBL

Bagi Diftha, ini adalah pengalaman pertamanya melakukan tes untuk mengetahui ada tidaknya virus corona.

Namun bagi sebagian pemain yang khususnya dari luar kota, tes ini mungkin bukan yang pertama.

"Mungkin dari luar kota kaya dari Palu Surabaya Kalimantan mungkin mereka udah sebelum naik pesawat ada aturan test rapid atau segala macam tapi sebgaian besar test ini untuk pertama kali," katanya.

Diakui Diftha, tes swab yang bagi sebagian orang cukup menyakitkan tidak membuatnya takut.

"Sebenarnya sih yang bikin degdegan hasilnya aja, karena kita udah menjaga tapi ya kita sudah menjalankan protokol kesehatannya. Mudah-mudahan semua baik baik saja," katanya.

Kabar Terbaru Deden Natshir Setelah Satu Tahun Menderita Cedera Patah Tulang, Kala Persib Vs Persija

Di samping itu, Diftha sudah tidak sabar kembali berlaga di Indonesia Basket League (IBL) yang rencananya akan kembali dimulai September atau Oktober mendatang.

Menurut Diftha, IBL yang sempat terhenti di tengah jalan harus bisa diselesaikan meskipun menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Ya pasti ada ya istilah nya kentang (kena tanggung) gitu ya tapi kita harus menyelesaikan ini, kalau memang IBL nya dengan beberapa protokol kita harus melanjutkan kita gak egois demi kepentingan semua juga. Yang penting protokol nya dijalanin dan memang ketat banget sih cuma untuk menjaga hal yang tidak diinginkan ya harus menjalani itu suka gak suka," ucapnya.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved