Breaking News:

Orangtua di Indramayu Condong Daftarkan Anak ke SMK Dibanding SMA, Anggap Bisa Langsung Kerja

Banyak orangtua siswa di Kabupaten Indramayu memiliki pola pikir jika menyekolahkan anaknya di SMK

TRIBUN JABAR / M RIZAL JALALUDIN
ilustrasi siswi SMK 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Banyak orangtua siswa di Kabupaten Indramayu memiliki pola pikir jika menyekolahkan anaknya di SMK maka bisa langsung bekerja.

Sedangkan jika bersekolah di SMA hanya untuk orangtua yang menginginkan anaknya melanjutkan ke jenjang bangku perkuliahan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 2 Indramayu, Sari Ayu Trisna kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di sekolah setempat, Kamis (9/7/2020).

Menurut Sari Ayu Trisna, terlebih sekolah SMK biasanya membuka rombongan belajar (Rombel) sebanyak-banyaknya dalam menjaring calon siswa baru.

"SMK bikin rombel sebanyak banyaknya membuat kita galau, orang tua mikirnya lulus SMK pasti kerja, kalau mau anaknya kuliah baru ke SMA," ucap dia.

Bandung Great Sale, The Papandayan Hotel Berikan Promo Hingga 50 Persen

Padahal ia menilai, tidak sedikit lulusan SMK yang juga memilih melanjutkan kuliah sama seperti anak-anak lulusan SMA.

Kondisi tersebut berimbas dengan sedikitnya animo orang tua yang mendaftarkan anaknya sekolah di SMA Negeri 2 Indramayu.

Terlebih sekolah setempat juga harus bersaing dengan SMA favorit lainnya yang masih masuk kedalam zonasi yang sama.

Seperti diketahui, SMA Negeri 2 Indramayu masuk ke dalam zonasi A yang meliputi Kecamatan Indramayu, Sindang, Balongan, Cantigi, dan Lohbener.

Di zona tersebut juga terdapat sekolah favorit lainnya, yakni SMA Negeri 1 Sindang dan SMA Negeri 1 Indramayu.

Karena dibatasi zona, membuat sekolah yang dahulunya sering menolak siswa kini justru kelimpuhan dalam menjaring calon siswa hanya untuk memenuhi kuota.

Nella Kharisma Jengah Juga Ditanya Hubungannya dengan Cak Malik: Sudah Bilang Tidak tapi Tak Percaya

Calon siswa yang dahulunya berdatangan dari Kecamatan Losarang, Kandanghaur, dan lain sebagainya sudah tidak bisa lagi mendaftar di SMA Negeri 2 Indramayu.

"Kalau berdasarkan yang mendaftar online ada sebanyak 216 siswa, tapi tidak tentu tergantung dari daftar ulang. Untun target kita menargetkan sebanyak 432 siswa," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved