Breaking News:

Masa Sanggah PPDB Kota Cimahi Telah Berakhir, Hanya Satu yang Bisa Ditoleransi

Masa sanggah terhadap proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Cimahi telah berakhir pada Rabu (8/7/2020).

Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Kadisdik Kota Cimahi, Hendra Gunawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Masa sanggah terhadap proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Cimahi telah berakhir pada Rabu (8/7/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Hendra Gunawan, saat ditemui di Kantor Pemkot Cimahi, Rabu (8/7/2020), mengatakan bahwa masalah titik koordinat menjadi hal yang paling banyak ditemui.

"Tentang titik koordinat rumah calon siswa/siswi ini banyak menjadi masalah. Jika tidak sesuai, maka data tidak valid. Salah satu penyebab banyaknya calon siswa gagal diterima di sekolah yang dituju karena titik koordinat terlalu jauh jaraknya ke sekolah tujuan," kata Hendra Gunawan.

Hendra mengatakan, ada kesalahan orang tua dalam menentukan titik koordinat sehingga terlalu jauh dengan sekolah. Hal tersebut dikatakannya tidak bisa diubah menjadi lebih dekat karena ditentukan oleh sistem titik GPS.

Kadisdik menilai hal tersebut sebagai suatu kesalahan masing-masing atau human error dan secara tegas ia mengatakan hal tersebut tidak bisa ditoleransi.

Maksimalkan Pelayanan dan Transparan, Mal Pelayanan Publik di Purwakarta Pakai Sistem Digitalisasi

Sebelumnya, Hendra menjelaskan, pihaknya sudah menginformasikan kepada masyarakat agar data kependudukan diperbaharui supaya tidak bermasalah.

Bersama Disdukcapil Kota Cimahi, Disdik Kota Cimahi juga sudah bekerja keras memperbaiki data kependudukan siswa.

Jujur, Ayu Ting Ting Pilih Duda Sule Ketimbang Didi Riyadi, Lebih Berharap yang Setia?

Dinas Pendidikan Kota Cimahi hanya meloloskan satu sanggahan masyarakat dalam PPDB tingkat SMP untuk jalur zonasi.

Hendra mengatakan, data kependudukan yang lama tercatat di Melong, ternyata sejak Agustus 2019 pindah ke wilayah Cigugur.

Paling Berpotensi Tertular Covid-19, Ini 9 Tips Dokter Reisa bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular

"Ini tidak mendadak, sudah melebihi minimal kepindahan yaitu enam bulan, kemudian data terbaru sudah masuk zonasi SMP terdekat," kata Hendra Gunawan. (*)

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved