Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Beredar Video Pria yang Dijemput Usai Salat Berjamaah di Sumedang, Mengaku Sehat, "Jagjag Waringkas"

Beredar video pasien yang dijemput seusai salat Asar berjamaah di Sumedang. Dia mengaku sehat. "Jagjag waringkas," katanya.

tribunjabar/hilman kamaludin
Mereka yang Salat Asar Berjemaah dengan Orang Positif Covid-19 di Sumedang Langsung Di-Swab Test 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pasien positif Covid-19 yang melaksanakan salat Asar di Masjid Nurul Hidayah, di Dusun Dago, RT 3/2, Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang ternyata berkeliaran sebelum hasil swab test keluar.

Padahal, seharusnya pasien laki-laki berusia 20 tahun asal Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang tersebut melakukan isolasi mandiri sebelum hasil swab test keluar.

Akhirnya, pada Rabu (8/7/2020) sore, pasien tersebut dijemput oleh Public Safety Center (PSC) 119 setelah melaksanakan salat Asar di Masjid Nurul Hidayah dan langsung diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang.

"Dia tidak melaksanakan isolasi sebelum hasil swab test keluar," ujar Kepala Desa Sukajaya, Nenden Dewi Raspati saat ditemui di kantornya, Kamis (9/7/2020).

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihak desa, pasien tersebut melakukan swab test pada 2 Juli 2020, kemudian disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

"Tapi kalau sejak kapan dia keluar rumah, saya belum tahu," katanya.

Sementara berdasarkan video yang beredar dikalangan wartawan setelah pasien tersebut dijemput petugas, dia mengaku bahwa kondisinya dalam keadaan sehat.

"Alhamdulillah (saya) sehat, aman, tenang jangan panik semuanya. Nanti pemeriksaan lagi swab test, kalau hasilnya negatif baru bisa pulang. Tadi kata Aa (petugas) alhamdulillah tensi normal, semuanya normal, sehat jagjag waringkas. Pokoknya jangan ini (panik), cuma terduga. Okey, semangat buat semuanya, jangan panik," kata dia dalam video yang beredar.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri mengatakan, berdasarkan hasil tracking, pasien tersebut telah melakukan perjalanan yang cukup banyak.

Terakhir, dia menjemput ibunya yang tinggal di Depok, untuk persiapan pernikahan kakaknya.

Sementara tujuh hari sebelum resepsi pernikahan, ibu dan kakak pasien tersebut sempat bersilaturahmi ke rumah seorang yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

"Selama 7 hari tersebut, dia melakukan perjalanan pulang pergi Sumedang-Bandung dan aetelah resepsi pernikahan sang kakak, dia juga melakukan perjalanan ke Tasikmalaya selam satu hari," katanya.

Sepulang dari Tasikmalaya, kata Iwa, yang bersangkutan merasakan gejala sesak, batuk dan demam serta pegal-pegal, kemudian dilakukan swab test pada hari keempat, setelah dia merasakan gejala tersebut.

"Lalu, setelah 6 hari, atau tepatnya hasil swab test-nya keluar dan terkonfirmasi posifif Covid-19," ujar Iwa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfosanditik Kabupaten Sumedang ini.

Daftar Harga Hewan Kurban untuk Idul Adha 2020, dari Kambing hingga Sapi, Cek di Sini

Klaster Covid-19 di Secapa AD Hegarmanah Kota Bandung Langsung Ditangani TNI AD

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved