Senin, 13 April 2026

Lulusan Akpol Dikirim ke Daerah Rawan Konflik, Kapolri: Biar Orang Tuanya Meriang

Para perwira TNI dan Polri masa depan harus memiliki sikap mental dan cara kerja yang tidak biasa-biasa saja. Harus semakin cerdas dan lincah

Editor: Deni Ahmad Fajar
Kolase Tribun Jabar (Kompas.com dan Kompas TV)
Kapolri Idham Azis s 

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis berencana mengirimkan semua lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) ke daerah-daerah rawan konfik. Idham ingin para taruna lulusan Akpol itu memiliki mental kuat dan tidak cengeng selama bertugas. Hal itu dikatakan Idham saat acara Pembekalan Panglima TNI dan Kapolri kepada Calon Perwira Remaja (Capraja) Akademi TNI dan Polri, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (8/7).

”Mau saya simpan di lima polda: Papua, Papua Barat, Maluku, Poso, dan Maluku Utara. Biar meriang-meriang semua orang tuanya,” kata Idham.

Lima polda yang disebutkan Idham adalah daerah-daerah rawan terjadi gesekan ataupun aksi terorisme. Di wilayah Poso, misalnya, beberapa kali terjadi aksi tembak menembak antara kepolisian dengan teroris. Bahkan di wilayah tersebut, korps Bhayangkara memiliki operasi khusus yang dinamakan operasi satgas Tinombala untuk menangani terorisme dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Ada 14 tersangka berstatus buron yang belum tertangkap di Poso, Sulawesi Tengah.

Di wilayah Papua dan Papua Barat pun rawan terjadi konflik. Di dua wilayah tersebut kepolisian memiliki satgas ops Nemangkawi, yang salah satu tugasnya adalah mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah paling timur Indonesia itu.

Idham menegaskan rencana itu akan dilakukan guna menguji mental para Capaja TNI/Polri sehingga dapat mengabdi bagi negara dengan maksimal. Mantan Kabareskrim itu ingin menghasilkan taruna Polri yang akan menjadi perwira kuat dan tidak cengeng.

”Kuatkan mentalmu karena kau memilih jalan untuk mengabdi. Jangan kau jadi anak mama, belum apa-kau kau merengek-rengek sama orang tuamu itu,” kata jenderal bintang empat Polri tersebut.

Tak hanya mengirim para Capaja ke daerah rawan konflik, kata Idham, diajuga punya program pendidikan Akpol yang mengasah para anggotanya menjadi keras seperti pada zamannya dulu. Salah satunya dengan melalui pelatihan Brimob di kepolisian.

Idham lalu bercerita awal dirinya masuk jadi taruna Akpol. Saat itu, dia dilatih di satuan Brimob secara keras. Hal itu yang kini ingin diterapkannya pada taruna Akpol. Idham berkelakar, taruna Akpol yang dilatih di satuan Brimob akan meriang selama di sana.

Pada kesempatan yang sama Idham juga mengingatkan para capaja agar tetap menjaga integritas.

”Pertama kau harus bertanggung jawab kepada dirimu sendiri, kepada institusi tempatmu mengabdi dan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua kalian harus tetap disiplin tak ada orang yang berleha-leha terus naik pangkat. Kalian juga harus memiliki komitmen dan integritas. Begitu kau dinas kau pemimpin meski dalam kesatuan terkecil,” katanya.

Presiden Jokowi juga memberikan pesan kepada para Capaja TNI dan Polri yang akan disebar ke sejumlah daerah. Presiden mengatakan bahwa dunia berubah dengan cepat ditandai dengan disrupsi teknologi yang telah berdampak pada semua sektor kehidupan, tak terkecuali bidang militer.

"Para perwira TNI dan Polri masa depan harus memiliki sikap mental dan cara kerja yang tidak biasa-biasa saja. Harus semakin cerdas dan lincah dalam menghadapi perubahan, cepat adaptasi, dan selalu berpikir inovatif, harus lebih baik, dan lebih cepat dibanding negara lain," kata Presiden.***

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved