Breaking News:

Cerita Penjual Sepeda di Perbatasan Bandung-Cimahi, Tidak Rasakan Gempita Seperti di Kota Bandung

Sepeda menjadi barang buruan belakangan ini. Masyarakat memilihnya sebagai sarana olahraga di tengah masa pandemi Covid-19.

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Toko sepeda yang dimiliki oleh Wahid (55) di wilayah Cimindi, Kota Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Sepeda menjadi barang buruan belakangan ini. Masyarakat memilihnya sebagai sarana olahraga di tengah masa pandemi Covid-19.

Toko-toko sepeda sangat ramain dikunjungi calon pembeli.

Namun, kondisi berbeda dirasakan Wahid (55), pedagang sepeda di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, tepatnya di dekat Fly Over Cimindi dengan nama toko Cimindi Sport.

Di tengah maraknya peminat dan pengguna sepeda di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Wahid mengaku memang ada kenaikan angka penjualan unit sepeda di tokonya.

"Kalau dibandingkan dengan hari sebelumnya, ya, kami merasakan ada kenaikan penjualan. Tapi tidak setinggi penjualan di kota (Bandung). Di sini pembelinya menengah ke bawah. Hari sebelumnya, kadang tidak ada unit yang terjual, tapi kali ini, pernah satu hari terjual 10 unit sepeda. Rata-rata perhari terjual satu, dua, tiga unit per hari," kata Wahid saat ditemui Tribun, Selasa (7/7/2020).

Wahid yang sudah 25 tahun berjualan sepeda mengatakan, jika dibandingkan dengan jumlah penjualan sepeda di Kota Bandung yang bisa menjual 40 sampai 50 unit per hari, maka sangat jauh dibandingan dengan di tokonya.

Usaha yang dikelola oleh Wahid, merupakan pihak kedua. Sehingga ia sangat bergantung pada toko sepeda yang menjadi langganannya di Kota Bandung.

Di tengah maraknya peminat sepeda, ia tidak bisa lagi memilih merek sepeda yang akan kembali dijualnya di Cimahi. Bahkan, jumlah unitnya pun sangat terbatas.

"Posisi kami yang kecil ini sangat terjempit. Kemarin, ada rekan saya memberi uang Rp 40 juta, ia meminta saya membelanjakan 20 unit sepeda, tapi dari toko langganan saya,  hanya dikasih empat unit saja. Kalau saya belanja sepeda harus cash tidak boleh utang.

Halaman
12
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved