Breaking News:

Peredaran Narkoba Tak Menurun di Masa Pandemi, Pelaku Manfaatkan Jasa Travel untuk Kirim Barang

Peredaran narkoba di Jawa Barat tidak menurun selama pandemi Covid-19. Beberapa kasus berhasil diungkap Direktorat Reserse Polda Jawa Barat.

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Proses pemusnahan minuman keras di Mapolda Jabar, Selasa(7/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peredaran narkoba di Jawa Barat tidak menurun selama pandemi Covid-19. Beberapa kasus berhasil diungkap Direktorat Reserse Polda Jawa Barat dengan sejumlah barang bukti.

Berdasarkan data dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, dari hasil pengungkapan yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar dan jajaran Polres sejak Januari hingga Juni 2020 terdapat sabu-sabu seberat 4.605,80 gram, ganja 25.942,30 gram, miras 20.454 botol, 27 jeriken dan satu ember tuak, serta ciu sebanyak 394 liter.

Semua barang bukti disita itu pun dimusnahkan. Sabu-sabu dimusnahkan dengan cara dicampur menggunakan cairan sulfat, ganja dengan cara dibakar dan miras dimusnahkan dengan dilindas alat berat.

Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas Dibuka untuk Umum dengan Protokol Pencegahan Covid-19

"Terbukti bahwa di masa pandemi Covid-19 peredaran cukup tinggi, membuktikan jaringan sindikat tetap bekerja," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Rudy Ahmad Sudrajat, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020).

Selama pandemi, kata dia, ada perubahan dalam pola peredaran narkotika. Para pengedar, kata dia, menggunakan jasa pengiriman untuk mengirimkan pesanan narkotika ke pemesan.

Disdik Sukabumi Tak Paksa Sekolah Buka, Jika Ingin Buka Harus Penuhi Syarat-syarat Ini

"Selama pandemi masih sama saja, makanya mereka sekarang berlindung di masa pandemi ini peredarannya menggunakan jasa travel dan kedok pengiriman logistik untuk bantuan sosial," katanya.

Selain itu, pihaknya pun menangkap empat orang narapidana yang baru bebas seusai mendapatkan asimilasi. Empat tersangka ini berasal dari Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Cimahi dan Kabupaten Majalengka.

Semua Hewan Kurban yang Dijual di Sumedang Diperiksa Kesehatannya, yang Layak Dikasih Tanda Ini

"Napi asimilasi mereka mengedarkan juga karena jaringan mereka masih berjalan jadi digunakan lagi oleh bandar yang sebagian sudah dalam proses," katanya. (*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved