Breaking News:

Kasus Positif Covid-19 Nihil, Wabup Berharap Status Garut jadi Zona Hijau

Nihilnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut belum berdampak terhadap berubahnya status.

Tribun Jabar/ Firman Wijaksana
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Nihilnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut belum berdampak terhadap berubahnya status. Hingga kini, Pemprov Jabar masih menerapkan status zona kuning untuk Garut.

Wakil Bupati Garut, Helmi budiman saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Garut, mengatakan, pasien positif corona terakhir sudah bisa pulang dan sembuh setelah menjalani perawatan. Dengan tak adanya kasus positif, pihaknya kini fokus untuk melakukan tes swab.

"Sekarang Alhamdulillah sudah tak ada yang positif, sudah sembuh semua (total kasus positif 26 orang). Tapi dari Pemprov masih tetapkan zona kuning. Padahal itu data 10 juni, sekarang sudah sebulan belum ada pembaruan," ucap Helmi, Selasa (7/7/2020).

Dengan nihilnya kasus positif, Helmi optimistis Garut kemungkinan sudah masuk ke zona hijau. Tim dari Dinas kesehatan akan segera berkonsultasi ke provinsi soal status di Garut.

Dukun Palsu Tipu Warga Purwakarta, Beri Ember Berisi Uang Rp 8 Juta, Dibuka Isinya Batu Asahan

Saat ini, pihaknya tengah fokus untuk meningkatkan jumlah uji sampel swab test. Kementerian Dalam Negeri telah meminta agar pengujian sampel bisa ditingkatkan.

"Dari hasil breakdown, kami harus bisa menguji sampel swab 300 orang per hari. Sekarang kemampuan kami baru 30 sampel per hari," katanya.

Dengan uji sampel 300 per hari, Helmi yakin bisa mencegah dengan cepat penyebaran virus corona. Selain menguji di laboratorium RSUD dr Slamet Garut, pihaknya akan bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jabar dan laboratorium Universitas Padjajaran.

"Kami akan koordinasi dengan Labkesda Jabar dan Unpad. Selama ini dengan keduanya kami sudah kerja sama. Cuma bedanya sekarang ditarget uji sampelnya," ucapnya.

Untuk menambah pengujian sampel, Pemkab Garut juga akan berkonsultasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pengadaan mobile bio safety level 2. Dengan adanya mobil keliling untuk uji swab, jumlah sampel yang bisa diperiksa bisa terus bertambah.

Hari Ini Gempa Berkali-kali, Lakukan Cara Melindungi Diri Bila Kembali Terjadi, Ini Petunjuknya

Helmi menambahkan, pengujian akan diprioritaskan untuk daerah yang padat. Selain itu kelompok berisiko seperti tenaga kesehatan akan jadi prioritas untuj swab test.

"Apalagi sekarang kan pesantren sudah mulai dibuka. Terus sekolah rencananya mau ada pengenalan siswa baru tanggal 13 Juli nanti. Makanya perlu ada pengujian yang banyak. Termasuk di daerah wisata," katanya

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved