Hati-Hati Berenang di Batu Karas Pangandaran, Koloni Ubur-ubur Muncul, 25 Wisatawan Kena Sengat
Koloni ubur-ubur muncul di Batu Karas, Pangandaran. Lebih dari 20 wisatawan tersengat.
Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Selama empat hari terakhir, setidaknya sudah ada 25 orang wisatawan tersengat ubur-ubur berbisa saat berekreasi di Pantai Batu Karas, Cijulang, Kabupaten Pangandaran.
Koloni ubur-ubur berbisa tersebut mulai bermunculan menyusul adanya perubahan suhu air pada peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau seperti sekarang ini.
“Ubur-ubur mulai menyerang di Pantai Batu Karas selama 4 hari terakhir. Banyak wisatawan yang tersengat. Setidaknya ada 25 orang yang kena, sempat ditolong lifeguard dan dibantu medis,” ujar Ketua Balawista Pangandaran, Haeri Haerudin, kepada Tribun, Selasa (7/7/2020).
Menurut Haeri biasanya saat peralihan musim hujan ke musim kemarau yang disertai terjadinya perubahan suhu air memicu munculnya koloni ubur-ubur hadir di permukaan air laut di sisi pantai.
Terlebih bila terjadi tiupan angin.
Seperti yang terjadi di Pantai Batu Karas selama 4 hari terakhir.
Wisatawan yang kurang waspada, atau malah memainkan koloni ubur-ubur yang ternyata beracun tersebut, terutama anak-anak yang menganggapnya mainan, berpotensi tersengat ubur-ubur beracun saat berenang atau main-main di sisi pantai.
“Jumlah wisatawan yang tersengat ubur-ubur di Pantai Batu Karas cukup banyak. Apalagi sekarang kunjungan wisatawan seminggu terakhir ini sudah mulai ramai, termasuk hari ini. Tapi data lengkapnya belum dijumlahkan, setidaknya sampai hari ini ada 25 wisatawan yang sempat ditolong penjaga pantai (lifeguard) karena tersengat ubur-ubur,” katanya.
Menyusul munculnya koloni ubur-ubur yang bisa mencederai wisatawan tersebut menurut Haeri, penjaga pantai (lifeguard) Balawista yang siaga piket di Pantai Batukaras sudah meningkatkan patroli pantai dan lewat pengeras suara mengingatkan para wisatawan untuk waspada ketika beraktivitas di pantai apalagi saat berenang.
“Dan malah dianjurkan untuk tidak berenang, karena beberapa hari terakhir ubur-ubur mulai bermunculan. Soalnya sudah banyak wisatawan yang tersengat ubur-ubur di Pantai Batukaras. Lifeguard sekarang gencar berpatroli di Pantai Batu Karas ,” ujar Haeri.
Sengat ubur-ubur beracun tidak hanya bisa membuat niat bersenang-senang berekreasi di pantai menjadi tidak nyaman.
Tapi bisa membuat kulit menjadi gatal-gatal, iritasi memerah, perih, nyeri bahkan bisa membuat pusing dan sakit perut.
Kalau kondisinya parah malah bisa menyebabkan kematian.
Untuk terhindar dari sengatan ubur-ubur, jauhi lokasi pantai yang ada ubur-uburnya.
Dari sejumlah literatur diketahui, bila tersengat ubur-ubur saat bermain di pantai, jangan sampai panik.
Cepat minta bantuan penjaga pantai.
Bagian kulit bekas sengatan ubur-ubur jangan digaruk, biarkan rasa gatal, karena kalau digaruk akan menyebabkan efeknya meluas dan akan memperburuk keadaan.
Ambil KTP atau kartu ATM, singkirkan tentakel ubur-ubur yang masih melekat dikulit yang tersengat ubur-ubur berbisa tersebut.
Segera netralkan bagian tubuh bekas sengatan ubur-ubur dengan air garam.
Jangan pakai air tawar, air mineral, air kencing , air cuka maupun alkohol karena malah akan memperparah dampak bisa sengatan.
Oles bekas sengatan ubur-ubur dengan krim pencukur guna menghalangi penyebaran bisa sengatan dalam tubuh.
• Gempa Bumi Berkali-kali di Jawa, Termasuk Pangandaran, Ini Penjelasan Penyebab Gempa dari BMKG
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/korban-sengatan-ubur-ubur.jpg)