Breaking News:

Dukun Palsu Tipu Warga Purwakarta, Beri Ember Berisi Uang Rp 8 Juta, Dibuka Isinya Batu Asahan

Anggota polisi Polsek Darangdan Polres Purwakarta berhasil menangkap seorang pria yang diduga melakukan tindak pidana penipuan yang meresahkan warga

Tribunjabar.id/Kisdiantoro
ILUSTRASI - Dukun Palsu Tipu Warga Purwakarta, Beri Ember Berisi Uang Rp 8 Juta, Dibuka Isinya Batu Asahan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Anggota polisi Polsek Darangdan Polres Purwakarta berhasil menangkap seorang pria yang diduga melakukan tindak pidana penipuan yang meresahkan warga masyarakat.

Pria ini mengaku sebagai orang pintar atau dukun yang bisa memberikan uang berjuta-juta. Faktanya, pria ini adalah dukun palsu.

Kapolsek Darangdan, AKP Subagyo mengatakan kejadian penipuan ini terjadi di Kampung Gunung Hejo RT 11/3, Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan.

Warga Kaget Temukan Mobil Pikap di Tebing Hutan Naringgul, Tak Ditemukan Siapa Pun Dekat Mobil

Tersangka yang diamankan atasnama Ipan Kurnia (33) warga Kampung Sasal Dua RT 3/3, Desa/Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

"Kejadiannya sih pada Jumat (29/5/2020). Pelaku ini datang bersama tiga rekannya, yakni Hendra, Ari, dan Jaja ke warung korban. Tersangka Ipan kemudian pergi ke belakang warung yang ada kolam ikan dan menghampiri pohon besar di sekitar lokasi," ujar Kapolsek Darangdan, Selasa (7/7/2020).

Pelaku ini, kata Kapolsek Darangdan memberitahukan korban bahwa di pohon besar tersebut terdapat benda pusakanya dan selanjutnya pelaku ini mencoba meminjam golok dari korban yang bernama Mbah Warya.

"Nah golok itu digunakan menebang pohon pisang. Pelaku juga mengambil sarung dan mengibar-ibarkannya sarung golok itu. Tiba-tiba dua guci kuningan kecil keluar dari sarung itu," katanya.

Tak sampai di situ, pelaku kemudian menghampiri pohon karet dan mengambil dua guci kuningan tadi.

"Korban menjadi percaya ke pelaku sehingga berselang seminggu pelaku datang lagi dengan membawa barang yang dibungkus sarung di dalam ember dan memberi syarat tak boleh dibuka sebelum waktunya," ujarnya.

Gempa Bumi Berkali-kali di Jawa, Termasuk Pangandaran, Ini Penjelasan Penyebab Gempa dari BMKG

"Pelaku meminta uang juga ke korban Rp 10 juta. Tapi, korban menolaknya karena tak punya uang. Pelaku pun mengelabui bahwa miliki uang Rp 8 juta dan korban diminta menambahkan agar pas Rp 10 juta," ujarnya.

Korban, kata Kapolsek, menyanggupi permintaan pelaku dengan akhirnya memberikan Rp 2,3 juta. Tapi, pada Minggu (5/7/2020) korban merasa curiga dan kemudian membuka ember tersebut.

"Dia kaget ternyata di dalamnya hanya ada satu batu asahan dan satu botol rexona yang dibungkus sarung," ucap dia. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved