Breaking News:

Hewan Kurban

Disnakan Sumedang Minta Warga Selektif Pilih Hewan Kurban, Begini Ciri-Ciri yang Sah Dikurbankan

Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Sumedang meminta masyarakat untuk lebih selektif

tribunjabar/hilman kamaludin
Disnakan Sumedang Minta Warga Selektif Pilih Hewan Kurban, Begini Ciri-Ciri yang Sah Dikurbankan 

Disnakan Sumedang Minta Warga Lebih Selektif Memilih Hewan Kurban, Begini Ciri-Ciri Hewan yang Layak Dikurbankan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Sumedang meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih hewan kurban saat Iduladha, terutama dalam faktor kesehatan baik sapi maupun kambing.

Dalam hal ini, masyarakat harus jeli dalam memilih hewan kurban saat membeli, baik dari peternak langsung maupun dari pasar hewan yang ada di Kabupaten Sumedang.

Kepala Bidang Kesehatan Ikan dan Hewan, Disnakan Kabupaten Sumedang, Diah Siswati mengatakan, hewan kurban baik sapi maupun kambing yang layak dikurbankan yakni harus sehat dan cukup umur.

"Untuk sapi harus berumur diatas dua tahun dan kambing satu tahun. Untuk melihat umur, kita bisa melihat dari giginya," ujar Diah saat ditemui di Pasar Hewan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Selasa (7/7/2020).

Gaji Pemain Liga 1 Disesuaikan Hingga 50 Persen, Ini Tanggapan Persib Bandung

Dia menjelaskan, untuk sapi yang layak dikurbankan harus sudah ada gigi tetap atau giginya lebih besar dari yang lain. Namun, jika gigi hewan kurban giginya masih kecil atau gigi susu artinya belum cukup umur.

Kemudian, dari sisi kesehatan bisa dilihat secara fisik seperti mata yang cerah, gerakan lincah dan tidak cacat seperti matanya tidak buta dan kakinya tidak pincang.

"Kalau yang jantan biasanya testisnya lengkap, kemudian yang paling penting tidak berpenyakit," katanya.

Seorang pedagang sapi di Pasar Tanjungsari, Taufik Hidayat (30) mengatakan, sebelum sapi dijual pasti dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu agar sapinya benar-benar layak untuk dijadikan hewan kurban.

Tragis, Bocah 13 Tahun di Serpong Tewas Dililit Ular Piton 4 Meter, Awalnya Mau Pipis

"Pasti dilakukan pemeriksaan dulu, karena suka ada sapi yang sakit seperti flu akibat faktor cuaca. Jadi, kalau kesehatan memang suka diperhatikan juga sama pembeli," katanya.

Dia juga mengaku, suka menjelaskan kondisi sapi ke konsumen sebelum dijual. Namun, jika ada sapi yang sakit pasti langsung dibawa pulang untuk diberikan perawatan.

"Perawatannya dikasih vitamin saja, kalau sudah sembuh saya bawa lagi kesini untuk dijual," ucap Taufik.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved