Breaking News:

Okupansi Masih Rendah Bikin Garuda, Lion Air, dan Sriwijaya Air Melakukan PHK Pegawai

dengan ditingkatkannya batasan okupansi menjadi 70 persen total kapasitas pesawat, tetapi hal itu dinilai belum mampu mendongkrak pendapatan maskapai.

dok. Angkasa Pura
Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali diakui sebagai salah satu bandara terbaik di dunia oleh Skytrax setelah sukses menduduki peringkat keenam Bandara Terbaik 2019 untuk kategori 60-70 juta penumpang. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan pukulan telak bagi industri penerbangan di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Hampir semua maskapai nasional telah melakukan perampingan karyawan.

Bermula dari Garuda Indonesia yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 150 pilotnya, disusul oleh Lion Air Group yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak 2.600 karyawannya, dan yang terbaru adalah Sriwijaya Air.

Pengamat penerbangan AIAC Arista Atmadjati, mengatakan, imbas pandemi Covid-19 yang mulai merebak pada Februari lalu masih terasa berat oleh semua maskapai nasional. Rendahnya tingkat okupansi telah menggerus pendapatan maskapai.

“PHK tidak terelakkan. Semua dunia kayak gitu," katanya kepada Kompas.com, Senin (6/7/2020).

Menurut dia, meski pemerintah sudah memberikan relaksasi kepada maskapai, dengan ditingkatkannya batasan okupansi menjadi 70 persen total kapasitas pesawat, tetapi hal itu dinilai belum mampu mendongkrak pendapatan maskapai. Sebab, maskapai disebut masih melakukan efisiensi dengan tidak mengerahkan semua armada pesawatnya.

“Penggunaan armada maksimal rata-rata baru 30 persen. Bahkan Lion Air bulan lalu 10 persen. Garuda ngakunya 30 persen,” katanya.

Menurut Arista, kontribusi gaji atau upah karyawan terhadap total biaya operasional maskapai hanya 10-15 persen. Namun, dengan kondisi okupansi dan armada yang masih rendah, perampingan karyawan dinilai langkah yang tidak terelakkan oleh maskapai.

“Komponen 10-15 persen itu kalau pesawat terbang semua. Saat ini tidak, di situlah problemnya,” ucap dia. (rully r ramli)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Garuda, Lion Air, dan Sriwijaya Air Mem-PHK Pegawai, Mengapa?"

Editor: Darajat Arianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved