Jangan Anggap Remeh, Mompreneur Jadi Penopang Ekonomi Keluarga di Masa Krisis Akibat Pandemi

Menurut Teten, 99% ini pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan sebagian besar merupakan perempuan atau kaum ibu.

istimewa
ILUSTRASI - Geliat UMKM Jabar di Tengah Pandemi Covid-19, UMKM Jabar Produksi APD dan 2 Juta Masker 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Di tengah wabah Covid-19 yang masih terus melanda dunia termasuk Indonesia, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuktikan diri sebagai bisnis yang tahan banting, bahkan menjadi penyelamat ekonomi keluarga.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Taslkshow HUT ke-74 BNI bertajuk "Satukan Energi untuk Indonesia di Era Newormal" mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini para istri justru tampil sebagai penyelamat ekonomi keluarga dengan berbagai jenis usaha yang mereka lakukan di rumah.

Teten mencontohkan, ada seorang dokter gigi yang tidak bisa praktik hingga kehilangan pendapatan tertolong oleh usaha bisnis donat yang sudah dimulai istrinya sebelum Covid-19 mewabah.

"Ketika Covid-19 bisnis istrinya yang berkembang, dan mereka jual lewat media sosial, itulah salah satu contoh bagaimana justru para perempuan sekarang yang mengambil alih," tutur Teten dalam keterangan resmi BNI, Senin (6/7).

Teten menambahkan, secara umum tren ekonomi justru bergerak ke arah ekonomi domestik di mana peran ibu rumah tangga para mompreneur makin dominan. Dengan perkembangan teknologi digital saat ini memberikan kesempatan yang sama bagi para mompreneur untuk bisa bersaing di dunia usaha.

Dalam kesempatan tersebut, ia menebutkan bank BNI yang selama ini telah banyak membantu memberdayakan UMKM. Menurutnya, 99% ini pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan sebagian besar merupakan perempuan atau kaum ibu.

Teten mengatakan, setelah mempermudah akses pembiayaan, BNI juga perlu mengembangkan program-program inkubasi untuk mengembangkan benih-benih entrepreneur yang tumbuh di masyarakat," katanya.

Sementara, Tambok P. Setyawati, Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BNI mengatakan, tahun ini pertumbuhan jumlah debitur UMKM BNI mencapai 32%. Tahun 2015 jumlah debitur UMKM hanya 97 ribu dan mencapai 280.000 debitur pada Juni 2020.

"Yang menarik bahwa komposisi antara debitur entrepreneur UMKM perempuan dan laki-laki di BNI yang terus berkembang, dari sebelumnya hanya 20%, kini sudah mencapai 50%," ungkap Tambok.

Menurut Tambok, peran perempuan di dunia usaha khsusnya UMKM terus meningkat. Meski di tengah pandemi Covid -19, para ibu terus melakukan aktivitas usahanya dari rumah sambil menjaga anak dan menjaga kesehatan untuk membantu serta menopang kebutuhan keluarga.

Halaman
12
Editor: Darajat Arianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved