Tiga Hari Pencarian, Tim Panji Petualang Tidak Menemukan Garaga, Tanda-tandanya pun Tidak Ada

Ular king kobra yang sebelumnya dipelihara Panji Petualang, Garaga tidak ditemukan di tempat dia dilepaskan.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: taufik ismail
Instagram/panjipetualang_real
Ular King Kobra Garaga. 

TRIBUNJABAR.ID - Ular king kobra yang sebelumnya dipelihara Panji Petualang, Garaga tidak ditemukan di tempat dia dilepaskan.

Sebelumnya, Garaga dipelihara di rumah Panji Petualang selama beberapa waktu.

Garaga diselamatkan Panji Petualang dari kawasan sawah yang dekat permukiman.

Warga yang terganggu meminta tolong Panji.

Tak sedikit yang mengkritik keputusan Panji Petualang yang membawa pulang ular king kobra itu.

Akhirnya, ular yang dinamakan Garaga itu dikembalikan ke alam.

Tempat pelepasan Garaga dirahasiakan namun jauh dari permukiman.

Berdasarkan video yang diposting di Youtube Panji Petualang, ular king kobra itu dilepas di tempat yang banyak pohon dan semak.

Menuju tempat itu, tim Panji Petualang harus melewati sungai yang arusnya cukup deras.

Garaga memang sudah dilepas ke alam namun tim Panji Petualang masih memonitoring atau memeriksa keberadaannya sewaktu-waktu.

Saat monitoring, tim Panji Petualang tidak menemukan keberadaan Garaga di tempat seharusnya ia berada.

Kronologi ular king kobra Garaga sampai menggigit Panji Petualang
Kronologi ular king kobra Garaga sampai menggigit Panji Petualang (Kolase Tribun Jabar (Instagram/panjipetualang_real))

Bahkan tim yang dipimpin kru Panji, Alpri, harus menginap tiga hari tapi masih tidak menemukan Garaga.

Hal tersebut diceritakan Panji Petualang di Instagram-nya.

Tanda-tanda bekas Garaga juga tidak ada di tempat itu.

Panji berdoa agar Garaga aman dan selamat meski tidak ditemukan.

Sebenarnya Panji Petualang hanya mendapat laporan dari Alpri sebab ia tidak bisa ke lokasi karena sebuah masih ada urusan lain.

"Hari ke 3 team yang di komandoin @alprihp @kavaabdulaziz @yusufts_ @aprinda_alsudhais masih terus monitoring cari titik keberadaan anak asuh saya

Tapi sampe sore ini laporan dari mereka belum ada tanda2 apapun yang mereka temukan di sana. Saya belum bisa ke lokasi karena hari ini masih ada urusan yang mustahil saya tinggal

Doanya aja ya, moga The King aman," tulisnya.

TIga hari tidak menemukan Garaga, tim Panji Petualang pulang.

Mereka tidak menemukan apa-apa kecuali hewan londok atau bunglon.

"Oke pada balik aja mang @kavaabdulaziz 3 hari muter2 semak doang kalian mah

Iya sih nemu hewan tapi cuma londok. Yang di cari Garaga dapetnya londok. Salah kasih misi ini mah," katanya.

Garaga Dilepas

Ular king kobra yang dinamakan Garaga itu telah dilepaskan ke alam.

Tempat pelepasan Garaga jauh dari pemukiman sebab sebelumnya Garaga diselamatkan oleh Panji Petualang dari konflik manusia.

Tempat tersebut di tengah hutan belantara.

Lokasi tersebut disebut keramat bagi manusia yang mengenal tempat itu.

Hal tersebut disebut Panji Petualang dalam video yang diunggah di channelnya pada 1 Maret 2020.

Untuk menuju tempat tersebut Panji Petualang dan tim harus berjalan selama berjam-jam.

"Kami menemukan satu tempat yang ideal untuk menjadi rumah baru bagi Garaga. tempat yang jauh ini kamu harus tempuh berjalan kaki berjam-jam," katanya.

Jarang sekali manusia yang masuk ke hutan tersebut karena mitos yang beredar.

"Rumah Garaga yang baru sangat jauh lokasinya dengan manusia dan dianggap keramat bagi orang-orang yang mengetahui tempat ini. Jadi jarang sekali ada orang yang mau ke sini apalagi dengan sengaja untuk berburu," ucapnya.

Mitos mengatakan orang yang datang dengan niatan jahat akan mendapat celaka.

Maka jarang sekali ada orang yang datang ke tempat pelepasan Garaga.

Ular King Kobra Garaga akan dilepas Panji Petualang ke alam.
Ular King Kobra Garaga akan dilepas Panji Petualang ke alam. (Instagram/panjipetualang_real)

"Karena ada di mana ada seseorang yang masuk ke sini untuk berniat jahat maka ia akan celaka," ujar Panji Petualang.

Oleh sebab itu, Panji Petualang tidak khawatir mengani konflik manusia dan Garaga di rumah barunya.

Selain itu, Panji Petualang menilai kebutuhan esensial Garaga seperti makan dan minum terpenuhi di hutan tersebut.

"Menjamin hidup Garaga, makanan seperti ular air dan hutan yang bisa menjadi penunjang hidup Garaga ada. Itu membuat saya yakin Garaga bisa hidup di tempat ini," katanya.

Tidak mudah bagi Panji Petualang dan tim mencapai tempat tujuan.

Mereka harus melewati sungai yang cukup dalam dan arusnya deras.

Hal tersebut berbahaya karena nyawa taruhannya.

Mereka menyeberangi sungai hanya menggunakan seutas tali tambang.

Tali tambang dipasang oleh teman Panji, Bule Bolang yang sempat berporfesi sebagai tentara.

Satu per satu mereka berenang menyeberangi sungai sembari berpegangan pada tali.

Bila sudah dekat dengan daratan, Bule Bolang akan bersiaga menarik tangan mereka.

Garaga dibawa menggunakan boks bertutup hijau.

DPRD Kota Bandung Minta Pemkot Responsif Terhadap Status Siaga Satu Virus Corona di Jawa Barat

Ular King Kobra Garaga Akhirnya Dilepasliarkan oleh Panji Petualang, Makin Ganas saat Akan Dilepas

Panji Petualang Relakan Garaga Kembali ke Alam, Sifat Liar King Kobra Muncul, Galak Bila Didekati

Selain menyeberangi sungai, Panji Petualang dan tim juga harus melewati tebing.

Beberapa kali mereka terjatuh karena jalan yang dipenuhi bebatuan.

Setelah mencapai tempat yang dituju. Garaga dikeluarkan dari boks.

Ular king kobra itu langsung pergi. Panji Petualang mengatakan ia akan terus me-monitoring Garaga.

Ia akan memastikan Garaga cocok di rumah barunya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved