Terduga Teroris Ditangkap di Semarang dan Boyolali, Diduga Terkait Penyerangan Kapolres
Perempuan tersebut ditangkap karena diduga terkait kasus penyerangan Wakapolres Karanganyar
Seorang perempuan berinisial IS ditangkap anggota Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Mabes Polri, di rumahnya, di Semarang Utara, Jawa Tengah. Perempuan tersebut ditangkap karena diduga terkait kasus penyerangan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni, di lereng Gunung Lawu, beberapa waktu lalu.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan Densus 88 juga menangkap tersangka teroris di Boyolali
Menurut Argo, total ada tiga terduga teroris yang ditangkap di dua kota tersebut. “Satu di Semarang dan dua di Simo, Boyolali,” kata Argo ketika dikonfirmasi Tribunnetwork, Minggu (5/7).
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya, di Purwosari Perbalan, Semarang Utara, mengatakan ada beberapa orang polisi wanita datang ke rumah IS. IS, kata dia, membuka jasa pengobatan alternatif di rumahnya.
IS lama menempati rumah yang menjadi lokasi penangkapan. Rumah yang ditempati IS, menurut saksi, adalah rumah orang tuanya. "Setahu saya keluarganya ada yang di Kalimantan," ujar seorang warga.
Menurut warga setempat, tidak banyak petugas yang datang saat penangkapan IS, pada Rabu (24/6). "Nggak ramai-ramai waktu dijemput. Polisinya pakai baju bebas. Warga tidak tahu kasusnya. Ada yang bilang narkoba, ada yang bilang juga soal teroris," ujar tetangga IS yang minta identitasnya tidak disebutkan, siang kemarin.
IS dikenal warga sekitar sebagai pribadi yang tertutup. "Dia jarang bergaul sama warga sini," ujar warga tersebut.
Menurut pantauan Tribunnetworks, siang kemarin, di rumah IS terpasang spanduk pengobatan alternatif. Di spanduk itu tertulis, 'Rumah Sehat Bu Ana Cabang Klinik Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, Menerima Pengobatan Asma, Stroke, Jantung, Syaraf Kejepit dan Maag Kronis”.***