Simulasi Resepsi Pernikahan
Tamu Undangan Masuk Bergiliran dan Tidak Ada Salam-salaman
di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang protokol kesehatan dalam acara pernikahan mutlak diterapkan
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Adityas Annas Azhari
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Gabungan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GPPI) menggelar simulasi pernikahan (wedding) new normal di Grage Grand Bussiness Hotel Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Sabtu (4/7/2020).
Dalam kegiatan itu, sejumlah rangkaian acara pernikahan pun tampak disimulasikan. Dari mulai penyambutan mempelai, akad nikah, hingga penyelenggaraan hajatan. Namun, seluruh rangkaian tersebut terlihat menerapkan protokol kesehatan.
Di antaranya, pengukuran suhu tubuh dan wajib mengenakan masker bagi pengantin, keluarganya, serta para tamu undangan.
Ketua Pelaksana Simulasi Wedding New Normal, Retania Primasari, mengatakan, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang protokol kesehatan dalam acara pernikahan mutlak diterapkan.
"Jadi, kami ingin mengedukasi dan menginformasikan ke masyarakat bahwa pernikahan di era new normal kurang lebihnya seperti ini," ujar Retania yang ditemui usai kegiatan.
Dalam simulasi itu, di meja penerima tamu disediakan hand sanitizer dan masker untuk tamu. Di depan meja juga disediakan kursi tunggu karena para tamu harus bergiliran masuk. Agar jumlah orang yang berada di dalam acara pernikahan hanya 40 persen dari kapasitas maksimal. Deretan kursi bagi tamu undangan juga berjarak kira-kira satu meter.
"Kami juga menyarankan calon pengantin dan pemilik tempat untuk membatasi tamu undangan sesuai imbauan pemerintah," katanya
Pelaminan juga diatur sehingga ada jarak untuk mempelai pengantin dan tamu. Para tamu cukup menggunakan salam namaste kepada mempelai pengantin dari batas yang telah ditentukan.
"Tidak ada salam-salaman, cukup menggunakan salam khas Sunda atau salam namaste," ujar Retania.
Para petugas dari mulai wedding organizer, katering, pembawa acara, dan pengisi acara juga terlihat mengenakan alat pelindung diri (APD), yakni masker, face shield, dan sarung tangan.
Retania mengatakan, hal itu sesuai rekomendasi tentang pelaksanaan acara pernikahan yang dikeluarkan Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (Aspedi), Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Harpi Melati dan MCX Indonesia.
"Untuk hidangan, kalau konsepnya prasmanan nanti diambilkan petugas katering yang dilengkapi APD," kata Retania.
General Manager Grage Grand Business Hotel Cirebon, Satrio Wibowo, mengatakan, telah menyiapkan sejumlah paket pernikahan yang disesuaikan dengan peraturan adaptasi kebiasaan baru (AKB).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/simulasi-kursi-undangan.jpg)