Breaking News:

SMA/SMK di Kota Sukabumi Segera Belajar Tatap Muka, Hanya yang Siap Bakal Dibuka

Pemerintan Provinsi Jawa Barat akan sangat berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka

tribunjabar/fauzi noviandi
Kadisdik Jabar Dedi Supandi Sebut Kota Sukabumi akan Jadi Percontohan Belajar Tatap Muka Saat Pandemi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintan Provinsi Jawa Barat akan sangat berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di SMA/SMK di Kota Sukabumi yang telah dinyatakan zona hijau COVID-19. Kehatian-hatian diperlukan untuk meminimalisasi risiko penularan virus di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan sebelumnya pada Jumat (3/7/2020) ia meninjau kesiapan kegiatan belajar mengajar tatap muka langsung di SMAN 4. Menurutnya, SMA/SMK di Kota Sukabumi menjadi pilot project kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah memang daerahnya sudah dinyatakan zona hijau COVID-19.

"Sekolah di Sukabumi jadi piloting yang melakukan KBM di sekolah. Namun KBM tatap muka tidak dilakukan di semua sekolah melainkan hanya di sekolah yang memang sudah siap dengan protokol kesehatan serta sarana dan prasarana," katanya melalui ponsel, Sabtu (4/7/2020).

Kemudian sekolah yang diizinkan menggelar KBM di kelas hanya yang mayoritas muridnya memang berasal dari Kota Sukabumi. Jika sekolahnya ternyata sebagian besar dari luar Kota Sukabumi, misalnya Kabupaten Sukabumi yang masih zona biru, maka tetap tidak diizinkan.

Petani Minta Bendung Renteng di Jatitujuh Majalengka Bisa Bermanfaat Bagi Mereka, Selalu Sulit Air

Berdasarkan tinjauannya, dari total 39 SMA dan SMK yang terdiri dari 9 berstatus Sekolah Negeri dan 30 Sekolah Swasta tidak semua akan memulai KBM di sekolah.

"Hari ini akan dirapatkan, sekolah-sekolah mana saja yang bisa memulai KBM, dan nanti tim gugus tugas COVID-19 tingkat Kota akan melakukan cek atas kesiapan sekolah,” tuturnya.

Secara teknis akan ada pembagian waktu KBM di sekolah untuk tetap menjaga jarak. Pembelajaran diatur sedemian rupa sehingga hanya ada 18 orang per kelas serta diberlakukan pembagian jadwal per â‚©ekan

"Misalnya minggu ini kelas X, minggu selanjutnya kelas XI, kemudian kelas XII," ujarnya.

Disdik Provinsi Jabar melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V telah menyiapkan Tim Satgas Pembukaan Sekolah untuk engawasi pelaksanaan KBM di sekolah. Satgas diisi para pengawas sekolah.

Kabar Baik untuk Mahasiswa dari Menteri Nadiem, UKT Tak Perlu Bayar, Ada Bantuan KIP, Ini Syaratnya

"Kami akan melakukan pengecekan berkali-kali karena kami sangat memperhitungkan risikonya. Semua instrumen check list-nya sudah kami siapkan dan akan dilakukan oleh pengawas," kata Kepala Kacadisdikwil V Nonong Winarni.

Dalam bekerja, Satgas dibantu aparat dari Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Saat ini Satgas dan Disdik Kota Sukabumi masih berkoordinasi untuk menetapkan sekolah mana saja yang akan memulai pembelajaran di sekolah.

Dalam keterangan resminya, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menegaskan sekolah yang bisa memulai pembelajaran di sekolah hanya sekolah yang dapat memenuhi protokol kesehatan, bukan sebuah kewajiban untuk semua sekolah.

Saat ini antara Disdik Jabar dan Disdik Kota Sukabumi masih membahas teknis persiapan pembukaan sekolah di Kota Sukabumi. Nanti akan ada hasilnya berapa sekolah yang dibuka kembali.

Untuk Edukasi Masyarakat, GPPI Cirebon Gelar Simulasi Pernikahan di Era New Normal

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved