Breaking News:

Bosan Diam di Rumah, Pasangan Suami Istri di Plered Purwakarta Olah Tutut Jadi Olahan Mewah

Pasangan suami istri asal Plered, Purwakarta menangkap peluang usaha di masa pandemi saat ini.

tribunjabar/nandri prilatama
Bosan Diam di Rumah, Pasangan Suami Istri di Plered Purwakarta Olah Tutut Jadi Olahan Mewah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pasangan suami istri asal Plered, Purwakarta menangkap peluang usaha di masa pandemi saat ini. Sri Ratnasari dan Asep Sandia mencoba membuka usaha pengolahan tutut di samping profesinya sebagai tenaga honorer di salahsatu SMK di Purwakarta.

Menurut Sri, berdiam diri di rumah saat pandemi ini sangatlah hal yang membosankan, lantaran kegiatan belajar mengajar pindah menjadi di rumah untuk sementara waktu. Tak hanya membina para siswanya, Sri pun berinisiatif membuka peluang usaha pengolahan tutut ini.

Terlebih dahulu, Sri bersama suaminya mencari tutut di sungai atau sawah yang tak jauh dari rumahnya. Ketika sudah terkumpul tutut yang dicarinya, kemudian keduanya membersihkan tutut tersebut dan merendamnya selama tiga hari agar bau amisnya hilang.

"Selama perendaman itu kami seharinya mengganti air tiga kali per hari," ujarnya, Jumat (3/7/2020).

Kronologi Kaburnya ODP Covid-19 di Indramayu Saat Diisolasi di Gedung Karantina

Proses selanjutnya, Sri mengaku tutut direbus sambil ditambahkan beragam bumbu dapur, seperti penyedap rasa, kunyit, serta sereh. Butuh waktu lama dalam proses perebusan ini agar bumbunya meresap seutuhnya.

"Setelah selesai ya tinggal mengemasnya ke wadah yang sudah disiapkan," ujarnya.

Tutut olahan Sri dan suaminya ini diberi nama tutut kucrit dan memiliki dua varian rasa, yakni pedas dan original. "Saya menjualnya lewat media sosial, seperti facebook atau instagram," katanya.

Satu wadah tutut, Sri menghargainya Rp 5 ribu dan setiap hari, kata Sri, sekitar 50 wadah tutut terjual. Sekedar informasi, tutut merupakan keong sawah yang memang tak asing bagi warga masyarakat Indonesia yang mampu mengobati banyak penyakit.

Olahan tutut pun memang menjadi hidangan yang sampai saat ini bertahan dan menjadi favorit masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat. Tutut ini memiliki kalsium sebesar 217 mg yang ada pada daging tututnya.

Harga dan Spesifikasi Hape Honor 30 Lite, Diklaim sebagai Smartphone 5 G dengan Harga Terjangkau

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved