Breaking News:

BKIPM Sebut Produk Perikanan Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19, Jumlah Ekspor Malah Naik 11 Persen

Kepala BKIPM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Rina, menyebut, produk perikanan tidak terpengaruh pandemi Covid-19.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
ILUSTRASI - Sejumlah nelayan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan sulitnya ikan di perairan laut selatan Sukabumi. Jumlah ekspor ikan Indonesia naik selama pandemi virus corona. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Rina, menyebut, produk perikanan tidak terpengaruh pandemi Covid-19.

Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI menunjukkan ekspor produk perikanan dari Indonesia meningkat.

Menurut Rina, peningkatan jumlah ekspor itu dikarenakan kondisi pasar pun stabil meski pandemi Covid-19 terjadi di sejumlah negara.

"Dari data BPS hingga Juni 2020, ekspor produk perikanan Indonesia naik 11 persen dibanding tahun lalu," ujar Rina saat ditemui SEusai Sosialisasi UU RI Nomor 21 Tahun 2019 di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Cirebon, Jalan Cideng Indah, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (3/7/2020).

Ia mengatakan, justru negara-negara yang memberlakukan lockdown kekurangan stok produk perikanan yang berasal dari Indonesia.

Karenanya, menurut dia, kondisi semacam itu harus dijaga agar industri perikanan tetap stabil.

Bioskop TransTV Malam Ini Putar The Ghost and The Darkness, Ini Sinopsisnya

Saat ini, negara-negara Uni Eropa mendominasi tujuan ekspor produk perikanan asal Indonesia.

Produk yang dikirim dari mulai ikan segar hingga makanan olahan hasil laut.

"Rata-rata udang, ikan tuna, tongkol, dan aneka makanan olahannya juga banyak," kata Rina.

Sebelum Nonton Sinetron Dari Jendela SMP Epirode 7, Nih Intip Sinopsisnya

Ia mengakui tidak semua produk perikanan yang diekspor itu diterima negara tujuan.

Secara umum, kasus penolakan yang kerap terjadi dikarenakan produknya diduga mengandung kadmium berlebih, dan ada ketidakpuasan karena kandungan air raksanya melebihi ambang batas.

Deretan Harta Kekayaan Bupati Kutai Timur yang Ditangkap KPK Berbarengan dengan Istrinya, Ketua DPRD

"Standar pengendalian mutunya harus diterapkan secara maksimal, sehingga kualitas produknya terjamin," ujar Rina. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved