Pendapatan UMKM Melejit Setelah Masuk Dalam Platform E-Commerce

metodologi survei ini dijalankan kepada 20.000 anak muda usia 16 hingga 35 tahun selama Juni 2020. Sebanyak 2.200 di antaranya adalah pelaku usaha

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Darajat Arianto
Istimewa
ILUSTRASI Berdayakan Pelaku UMKM, bank bjb Gelar Bincang Jumat Bisnis: ''Mewujudkan Mimpi Usaha'' 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Salah satu langkah percepatan ekonomi adalah melalui peningkatan pemanfaatan digital bagi para pelaku UMKM di Indonesia. Peningkatan tren ini juga ditunjukkan dari hasil riset yang dilakukan oleh Sea Insights unit kerja SEA yang berfokus pada penelitian dan kebijakan publik serta perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara dan Taiwan.

Hasil studi yang bertajuk “Data Digitalisasi Selamatkan UMKM Indonesia” dan didukung oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, itu ditujukan untuk memberikan pengertian yang mendalam terhadap laju perkembangan ekonomi digital dan pemanfaatan digital di Asia Tenggara khususnya di Indonesia kepada kalangan publik selama masa pandemi ini.

Pandu P Sjahrir, Presiden Komisaris Sea Group, mengatakan, metodologi survei ini dijalankan kepada 20.000 anak muda usia 16 hingga 35 tahun selama Juni 2020. Sebanyak 2.200 di antaranya adalah pelaku usaha serta dilakukan melalui platform Garena dan Shopee, anak perusahan dari Sea. UMKM di Indonesia telah aktif beradaptasi dalam menghadapi tantangan besar selama pandemi. “Tiga tantangan UMKM selama masa pandemi ini meliputi pasokan, cash flow, dan permintaan,” ujar Pandu kepada Tribun, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, pelaku usaha yang bekerja dari rumah memiliki hambatan utama, yakni biaya internet yang mahal dan tidak stabil. Faktor lainnya adalah tetap dirasa perlu interaksi fisik dengan konsumen. Dalam kaitannya dengan cash flow, pendanaan modal eksternal seperti bantuan pemerintah dan pinjaman daring menjadi lebih penting bagi pelaku usaha untuk menghadapi tantangan cash flow.

“Melalui Data Digitalisasi UMKM Indonesia periode Juni 2020 ini, kami berharap dapat membantu memberi gambaran jelas dan mempercepat langkah transformasi digital yang signifikan dan berkelanjutan bagi UMKM di Indonesia. Terutama agar terjadinya kolaborasi di berbagai sektor yang tentunya perlu dukungan penuh dari pemerintah,” katanya.

Adaptasi yang dilakukan pelaku usaha di masa normal baru adalah mengubah strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan. Sebanyak 45 persen pelaku usaha muda, kata Pandu, berjualan lebih aktif di platform e-commerce, dengan 1 dari 5 adalah pengguna baru e-commerce. Pelaku usaha ini meliputi industri rumahan dan student entrepreneur yang membantu ekonomi keluarga, dalam sektor ritel, pertanian, dan kesehatan.

Diketahui sekitar 70 persen pelaku usaha mengakui bahwa mereka akan terus memanfaatkan media digital melalui e-commerce dan media sosial. Oleh karenanya, transformasi digital menjadi suatu kebutuhan untuk mengembangkan usaha.

“UMKM mengubah strategi produksi dan jenis barang untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis. Beberapa pelaku usaha mulai memproduksi barang yang populer seperti masker dan hand sanitizer,” kata Pandu.

Menurutnya, penelitian dari Sea Insights juga menunjukkan pendapatan rata-rata UMKM Indonesia yang mengadopsi e-commerce meningkat lebih dari 160 persen dan peningkatan produktivitas 110 persen.

Data digitalisasi yang dirilis oleh Sea Insights ini berguna untuk mempercepat transformasi digital pada masa pandemi ini. Hasil studi ini akan sangat bermanfaat untuk berbagai sektor terutama para pelaku usaha sebagai basis tolak ukur melakukan langkah- langkah percepatan dalam aksesibilitas internet, meningkatkan keterampilan digital serta literasi digital yang akan didukung dengan sejumlah program seperti inkubasi, edukasi dan kurasi bekerjasama dengan berbagai e-commerce dan sektor swasta lainnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved