Anggota TNI di Batalyon Armed 9 Dites Urine, Danyon: Kalau Ada yang Terlibat Narkoba Kami Pecat

Polres Purwakarta melalui Satuan Reserse Narkoba dalam rangka sinergitas melawan narkoba,

istimewa
Anggota TNI di Batalyon Armed 9 Dites Urine, Danyon: Kalau Ada yang Terlibat Narkoba Kami Pecat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Polres Purwakarta melalui Satuan Reserse Narkoba dalam rangka sinergitas melawan narkoba, memberikan sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad, Kamis (2/7/2020).

Danyon Armed 9 Pasopati Kostrad, Mayor Arm Andi Achmad mengaku sinergitas yang dilakukannya ini guna memberi pengetahuan kepada prajuritnya, PNS, juga Persit jajaran Batalyon Armed 9 terkait dampak narkoba.

Menurutnya, narkoba telah menjadi masalah yang sudah memprihatinkan dan cenderung semakin meningkat, sehingga menjadi masalah bersama.

"Jadi, perlu ada strategi yang libatkan seluruh komponen masyarakat untuk mencegahnya termasuk kami," katanya.

Sudah 70 Jenazah Dimakamkan Secara Protokol Covid-19 di TPU Cikadut, 10 Dibongkar Lagi

Sosialisasi masalah narkoba di lingkungannya ini, kata dia, bakal dilakukan secara berkala setiap triwulan sekali. Selain itu, pemeriksaan urin pun kerap rutin sebulan sekali dilakukannya.

"Kami tegas. Jika ada anggota yang pakai narkoba maka kami pecat. Jadi, jangan coba-coba ada yang terlibat," katanya.

Sementara itu, Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan, melalui Kasatnarkoba, AKP Heri Nur Cahyo mengaku dukungan Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad memberinya semangat dalam memberantas narkoba.

"Pemberantasan narkoba secara berlapis dengan melibatkan semua pihak akan lebih efektif dalam menghadapi para gembong dan pengedar narkoba," katanya.

Apa Itu Flu Babi atau Swine Influenza dan Apa Saja Gejala yang Dialami serta Cara Pengobatannya

Heri pun menjelaskan bahwa biasanya penyalahgunaan narkoba itu berawal dari coba-coba lantas menjadi gaya hidup (lifestyle) dan adanya tekanan hidup yang mengakibatkan penggunanya mengalami gangguan kesehatan serta kejiwaan.

Pencegahan pun, kata Heri dapat dilakukan sejak dini dimulai keluarga seperti mengawasi setiap anggota keluarga yang sudah beranjak remaja dalam aktivitas sehari-hari.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved