Trik Menanam Jahe di Rumah, Gampang Dilakukan Sendiri, Lengkap dengan Cara Memanennya
Jahe merupakan bumbu yang sering digunakan di masakan Indonesia. Selain itu jahe juga dimanfaatkan dalam pembuatan jamu.
TRIBUNJABAR.ID - Jahe merupakan bumbu yang sering digunakan di masakan Indonesia.
Selain itu jahe juga dimanfaatkan dalam pembuatan jamu.
Tidak ada salahnya Anda mulai mencoba menanam jahe yang kaya manfaat untuk kesehatan.
Menanam jahe cukup mudah dan dapat dilakukan di rumah.
Namun, Anda harus rajin merawatnya agar jahe dapat dipanen.
Berikut cara menanam jahe yang dikutip dari cybex.pertanian.go.id.
1. Alat dan Bahan
- Polybag ukuran minimal 40 x 50 cm
- Media tanam: campuran tanah, pupuk organik, pasir dengan perbandingan 2:1:1 atau 3:2:1. Bila tanah yang Anda gunakan keras atau liat dapat dicampur dengan pasir yang lebih banyak.
- Bibit jahe. Pilih bibit jahe yang sudah berumur 9-10 bulan ke atas.
- Peti atau wadah lainnya
- Abu gosok dan sekam
2. Bibit Jahe
Bibit jahe yang besar, warnanya cerah, dan bertekstur dijemur sebentar saja. Jangan sampai bibit kering.
Lalu simpan pada suhu ruangan selama 1-1,5 bulan.
Bibit kemudian direndam atau membasahinya dengan air.
Bibit dapat disimpan ditempat lembab dengan cara ditutup, tujuannya agar lebih mudah berkecambah.
Perkecambahan bibit ini berlangsung selama 2 minggu.
Lalukan pengontrolan setiap hari dengan cara membasahi bibit bila sudah kering.
• Cara Budidaya Tanaman Cabai di Pot/Polybag di Halaman Rumah, Perawatan Mudah, Saat Panen Bisa Selfie
• Jumlah Kasus Pasien Positif Covid-19 di Italia untuk Pertama Kalinya Turun
Setelah 2 minggu dan berkecambah, lakukan penyemaian.
Bibit dibenamkan secara vertikal di peti yang diisi dengan abu gosok dan sekam.
Tunggu bibit tumbuh sampai memiliki 3-5 daun sejati.
3. Penanaman
Bibit tersebut disimpan di tempat yang memiliki teduhan atau naungan hingga 1,5-2 bulan.
Jaga agar jahe tidak langsung terkena sinar matahari.
Kemudian pindahkan bibit jahe ke polybag yang sudah diisi media tanam (tanah, pasir, pupuk organik).
Padatkan tanah disekitar tanaman bila sudah tumbuh.
4. Perawatan
Setiap hari Anda harus mengontok petumbuhan jahe.
Penyiraman tanaman jahe dilakukan satu kali sehari namun bila matahari terlalu terik maka dua kali sehari..
Setelah memasuki usia 2-4 minggu, lakukan penyiraman dengan fermentasi SOT HCS atau pupuk organik.
Jika ada hama dan penyakit pada tanaman, langsung Anda bersihkan dengan isektisida atau fungisida alami (organik).
Bersihkan rumput liar atau tanaman selain jahe yang tumbuh.
Setiap 25 hari sekali, atau ketika jahe sudah menyembul keluar tanah, lakukan penambahan media tanam setebal 10 cm.
Hal tersebut terus dilakukan sampai fase panen.
5. Pemanenan
Jahe sudah dapat dipanen bila memasuki usia 10 bulan.
Untuk mengetahui mana jahe yang siap dipanen, bisa dilihat dari penampilan tanaman.
Tanaman yang siap panen umumnya sudah tua, akan terlihat tanda-tanda yang meliputi daun dan batang berubah warna menjadi kuning dan sudah mengering.
Cara memanennya juga tidak sulit, Anda cukup merobek kantung polybag jika sudah mulai lapuk.
Angkat rimpang jahenya dengan hati-hati agar tidak rusak, lalu bersihkan tanah serta kotoran yang menempel, bisa juga dicuci dengan air bersih.
Satu rumpun tanaman jahe pada satu polybag atau karung ukuran 50 kg bisa menghasilkan rimpang jahe sekitar 2 – 5 kg.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jahe_20180921_201710.jpg)