Swasembada Peralatan Penanganan Covid-19, Jabar Siap Hadapi Gelombang Kedua

Dengan swasembada alat seperti PCR, rapid test, ventilator, hingga alat pelindung diri (APD), Jabar dinilai bisa lebih maksimal dalam penanganan

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan beberapa sektor ekonomi yang tidak terdampak oleh pandemi COVID-19 yaitu pertanian, peternakan, perikanan, pangan,dan logistik. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim bahwa Jabar sudah bisa memproduksi secara mandiri semua peralatan medis untuk menamggulangi COVID-19.

Dengan swasembada alat seperti PCR, rapid test, ventilator, hingga alat pelindung diri (APD), Jabar dinilai bisa lebih maksimal dalam penanganan dan siap apabila dihadapkan dengan gelombang kedua COVID-19.

"Jabar sekarang bisa swasembada, itu mungkin bedanya Jabar dengan provinsi lain dan ini yang membuat kami lebih tenang terkait persiapan-persiapan kalau terjadi gelombang kedua," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (30/6/2020).

Air Mata Buruh Tani Lanjut Usia Itu Menetes, Terharu Diajak Belanja ke Supermarket oleh Dedi Mulyadi

Saat ini, kata Emil, 60 persen industri manufaktur di Indonesia berada di Jabar. Maka saat ada pandemi COVID-19, beberapa dari industri tersebut beralih menjadi memproduksi APD atau peralatan penanggulangan COVID-19 lainnya.

Perusahaan alutsista milik pemerintah juga kini mampu memproduksi ventilator dan alat PCR. Tak hanya perusahaan, Jabar juga proaktif melibatkan institusi pendidikan untuk memproduksi sendiri alat rapid test yang jauh lebih akurat dan murah.

"60 persen industri hi-tech ada di Jabar maka saat ada COVID-19 industri ini kita koordinasikan memproduksi alat-alat perang melawan COVID-19. Maka per hari ini kita ventilator sudah swasembada, APD sangat mencukupi bahkan masker bedah berlimpah, alat rapid test juga bikin sendiri, alat PCR bisa diproduksi 100 ribu per minggu," kata Emil.

Kelengkapan alat medis membuat penanganannya COVID-19 di Jabar selalu maksimal. Emil malaporkan, tingkat kesembuhan hingga tanggal 27 Juni 2020 mencapai 17 orang per hari. Apabila dirata-ratakan, maka lebih banyak kasus yang sembuh dibanding positif aktif.

Fakta Baru, Pelaku Pedofilia di Sukabumi Pernah Sodomi 19 Anak

"Ini yang membuat Jabar dalam penanganan COVID-19 selalu maksimal," ujarnya.

Hal itupun terlihat dari jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit terus berkurang yang kini tinggal di angka 26 persen. Sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 pun sudah kembali membuka pelayanan untuk penyakit umum.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved