Sejumlah Siswa RMP di Kota Bandung Terancam Tidak Berlanjut ke SMA/SMK Swasta

Sejumlah siswa SMP kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) di Kota Bandung terancam putus sekolah

Sejumlah Siswa RMP di Kota Bandung Terancam Tidak Berlanjut ke SMA/SMK Swasta
TRIBUN JABAR / TIAH SM
Achmad Nugraha

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah siswa SMP kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) di Kota Bandung terancam putus sekolah atau tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pasalnya, distribusi bantuan keuangan sebesar Rp. 33,750 Miliar yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Kota Bandung, tidak dapat direalisasikan untuk disalurkan ke SMA/SMK swasta.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, buntut dari kendala tersebut, membuat pihak SMA/SMK swasta berencana akan menghapus data siswa RMP dalam daftar peserta didik baru, bila hingga Kamis (2/7/2020), belum ada kejelasan terkait penyelesaian masalah tersebut.

Menurutnya, dalam pembahasan bersama Pemkot Bandung, telah disepakati bahwa, alokasi bantuan tersebut, akan disalurkan kepada 4.588 peserta didik baru kategori RMP di jenjang SMA dan 12287 siswa RMP di jenjang SMK, dengan besaran Rp. 2 juta per siswa per tahun.

Pulang Cari Sarapan Rumah Terbakar, Pemilik Rumah di Desa Jengkok Indramayu Ini Pun Histeris

"Ini yang membuat kami sedih dan kecewa, karena anggaran bagi siswa RMP yang telah kami sepakati bersama Pemkot Bandung untuk melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK swasta, menjadi kendala bagi siswa RMP untuk melanjutkan pendidikannya. Maka dari itu, saya mempertanyakan keseriusan Pemkot Bandung untuk mengurus dan menyelamatkan nasib siswa RMP," ujarnya di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan. Sukabumi, Kota Bandung, Selasa (30/6/2020).

Achmad menduga, kendala penyaluran bantuan ini, dipengaruhi oleh adanya ego sektoral pemerintah daerah, antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menyebabkan terkendalanya proses komunikasi dan koordinasi terkait pembahasan anggaran tersebut.

"Hasil evaluasi dari gubernur terhadap realisasi bantuan keuangan bagi siswa RMP yang diajukan oleh Pemerintah Kota Bandung ini, harusnya dapat segera dikonsultasikan sehingga ada jalan keluar bagi Pemerintah Kota untuk menindaklanjutinya ke SMA/SMK swasta. Sedangkan sampai sekarang hal itu belum dilakukan, sementara batas waktu yang kepastian yang diminta SMA/SMK swasta sudah sangat mepet," ujar Achmad.

Lima Balon Bupati Tasikmalaya Ramai-ramai Daftar ke PAN, Termasuk Petahana

Disisi lain, Achmad menambahkan, pihaknya pun mendapat aduan dari 27 orangtua siswa yang mengeluhkan sulitnya anak-anaknya untuk masuk ke SMA/SMK swasta setelah terlempar dari sistem PPDB. Kondisi ini sebagai bagian dari dampak terhambatnya bantuan keuangan tersebut.

"Maka kita harus melihat bersama, dengan kondisi ini apakah pendidikan di Kota Bandung ingin di bawa maju atau mundur oleh Pemerintah Kota Bandung, dan bagaimana kelanjutan nasib pendidikan bagi siswa RMP yang merupakan warga Bandung," katanya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung menganggarkan total bantuan keuangan untuk siswa rawan melanjutkan pendidikan (RMP) tingkat SMA, SMK dan mahasiswa tidak mampu sebesar Rp. 50 miliar. Di mana dana sebesar Rp. 33,750 miliar diperuntukkan bagi siswa RMP SMA dan SMK.

Untuk teknis penyalurannya, Pemkot Bandung memberikan bantuan keuangan kepada Pemprov Jabar. Kemudian pemprov yang akan memberikan langsung kepada SMK dan SMA untuk dimanfaatkan oleh siswa kategori RMP.

Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved