Fakta Baru, Pelaku Pedofilia di Sukabumi Pernah Sodomi 19 Anak

Fakta baru kembali muncul dari FCR (23), tersangka tindak pidana pencabulan terhadap anak laki-laki di bawah umur (pedofilia) alias sodomi.

m rizal jalaludin/tribun jabar
Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Fakta baru kembali muncul dari FCR (23), tersangka tindak pidana pencabulan terhadap anak laki-laki di bawah umur (pedofilia) alias sodomi.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila, mengatakan, tersangka ternyata pernah mencabuli 19 bocah.

"Tersangka mengakui telah melakukan pencabulan terhadap kurang lebih 19 anak laki-laki di bawah umur," ujar Rizka.

Diberitakan sebelumnya, pelaku ditangkap Minggu (28/6/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Jadi kejadian diketahuinya hari Sabtu, 27 Juni, sekitar pukul 18.00 WIB, telah terjadi pedofilia di Kampung Cibojong, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 23.30 WIB".

"Kanit Reskrim Polsek Kalapanunggal mengamankan terduga pelaku tindak pidana pencabulan anak laki-laki di bawah umur (pedofilia) berinisial FCR, setelah mendapat pengakuan korban anak yang mengaku telah disodomi oleh terduga pelaku," ungkap Rizka, Senin (29/6/2020).

Mantan Menpora Tegaskan Tak Terima Sepeser Uang Korupsi, Minta Ini ke Hakim

Ia menyebutkan, sebelum mengakui ada 19 anak kecil yang dicabuli, saat itu diketahui ada empat orang korban.

"Terduga tersangka ini awalnya mengaku empat orang, korban ada yang mengaku mendapatkan perlakuan sodomi, ada juga yang hanya diraba-raba alat vitalnya," ucapnya.

Si Abah Mulai Nyaman dan Makan Lahap di Kebun Binatang Bandung, Hari Ini Dibius

Kata dia, korban pedofilia tersebut tersebar di beberapa wilayah. Namun, saat ini pihaknya masih terus melakukan penelusuran terhadap korban-korban anak kecil yang diakui pelaku disodomi.

Yamaha Luncurkan Varian Warna Terbaru Motor Matic FreeGo, Berikut Perincian Harganya

"Kami juga akan membawa korban untuk dilakukan visum didampingi orang tuanya. Ancaman kami gunakan pasal 82 ayat 4, UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua perlindungan anak, ancaman 15 tahun, ditambah sepertiga, kenapa sepertiga karena korban lebih dari satu," ucap Rizka. (*)

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved