Viral Video Polisi dan Pendemo di Pamekasan, Aparat Duduga Lakukan Tindakan Represif

Narasi videk tersebut menjelaskan bahwa aparat kepolisian melakukan tindakan represif terhadap massa pendemo di Pamekasan.

Kompas.com
Tangkapan layar video anggota polisi disebut lakukan tindakan represif kepada massa aksi di Pamekasan.(FACEBOOK) 

TRIBUNJABAR.ID - Sebuah video viral di media sosial baru-baru ini. Dalam video tersebut terlihat aparat dan massa pendemo.

Narasi videk tersebut menjelaskan bahwa aparat kepolisian melakukan tindakan represif terhadap massa pendemo di Pamekasan.

Unggahan video tersebut dibagikan di media sosia Facebook oleh pemilik akun PC PMII Pamekasan pada Kamis (25/6/2020).

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 28 Juni 2020, Jalan Sesama hingga Tayangan Ulang Podbox

 
Dilansir dari Kompas.com, setidaknya, video tersebut telah dilihat lebih dari 300.000 kali dan mendapat like lebih dari 800 kali.

Dalam unggahan video itu, akun Facebook PC PMII Pamekasan juga menuliskan narasi sebagai berikut: 

"PC PMII PAMEKASAN Mengutuk Keras Tindakan Represif Aparat Kepolisian Terhadap Masa Aksi Tambang Galian C Ilegal Di Kabupaten Pamekasan."

Ludahi Mangkuk Pembeli, Pedagang Bakso Diajari Dukun Garut agar Dagangan Laris Dibeli

Tak hanya di Facebook, unggahan tersebut juga dibagikan lagi oleh pemilik akun Twitter @Txtdariseragam.

Unggahan di akun Twitter tersebut telah mendapat banyak komentar dari beberapa warganet. Setidaknya, unggahan tersebut telah di retweet lebih dari 15.000 kali dan disukai lebih dari 40.000 kali.

Saat dikonfirmasi, Truno membenarkan bahwa telah terjadi bentrokan antara massa pendemo dengan aparat kepolisian yang tengah berjaga.

"Terjadi keributan saat mahasiswa PMII menggelar demo di depan kantor Bupati Pamekasan. Mereka menyoroti kasus ratusan tambang galian C di Pamekasan yang diduga ilegal," kata Truno kepada Kompas.com, Sabtu (27/6/2020).

Setidaknya, lanjut dia, sebanyak empat mahasiswa mengalami luka-luka dan sempat menjalani perawatn di RSUD Dr H Slamet Martodirjo Pamekasan.

Ketika disinggung mengenai penyebab terjadinya bentrokan tersebut, Truno masih belum dapat menjawabnya secara pasti.

"Saat ini masih proses penyidikan yang dilakukan oleh Propam Polda Jatim," kata Truno menjawab pertanyaan di atas.

Menurut Truno, pihaknya tengah memeriksa 20 orang anggota kepolisian yang saat itu bertugas di lapangan, kemudian juga tiga mahasiswa dan lima orang anggota Satpol PP.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved