Breaking News:

INI PESAN Wakil Wali Kota Bandung untuk Wedding Organizer dan Keluarga yang Gelar Resepsi Pernikahan

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengingatkan para pelaku usaha wedding organizer (WO) untuk . . .

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR / TIAH SM
PPDB-Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan pemerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengingatkan para pelaku usaha wedding organizer (WO) untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan saat menggelar resepsi pernikahan.

Dikatakan Yana, setiap WO ataupun keluarga yang akan menggelar resepsi pernikahan wajib menaati protokol kesehatan yang ketat agar tidak menjadi tempat penyebaran virus corona.

Prawedding di Jalan Asia Afrika Saat PSBB.
Ilusatrasi: Prawedding di Jalan Asia Afrika Saat PSBB. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Standar kesehatan seperti memakai masker, sarung tangan, menyediakan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan serta jaga jarak saat berada di acara resepsi pernikahan menjadi salah syarat wajib yang harus dipenuhi.

Di Tengah Pandemi Covid-19, Bupati Bandung Dadang M Naser Resmikan Thee Matic Mall di Majalaya

WO atau pihak keluarga pun, kata dia, harus cermat dalam mengatur waktu bagi tamu atau keluarga agar tidak terjadi kerumunan.

"Kita tidak tahu tamu yang datang itu dari mana, apakah dari zona merah atau bukannya kan kita tidak tahu. Makanya ini standar protokol kesehatan harus disiplin supaya melindungi teman-teman penyelenggara ataupun buat keluarga mempelai, juga melindungi tamu yang datang," ujar Yana, di HIS Kologdam Grand Ballroom, Jalan Aceh, Minggu (28/6/2020).

Yana mengapresiasi keseriusan para pengusaha WO untuk menyelenggarakan simulasi pelaksanaan resepsi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Pantai Palabuhanratu Kab Sukabumi Dipadati Pengunjung, Jalur Citepus-Cisolok Pun Macet Parah

Walaupun masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dilengkapi guna memenuhi standarisasi protokol kesehatan.

"Karena pernikahan itu interaksi orangnya cukup banyak, jadi harus sangat ketat protokol kesehatannya, yang kurangnya ini sedikit demi sedikit sambil jalan diperbaiki bertahap," katanya.

Dikatakan Yana, saat menggelar resepsi pernikahan diusahakan waktunya sesingkat mungkin. Upacara adat dan hiburan musik pun belum diizinkan karena dianggap memakan waktu lama.

"Untuk di tahap awal sebaiknya tidak diselenggarakan dulu upacara adat yang menyita waktu, karena kita minta penyelenggara atau keluarga untuk membagi waktu. Ketika di awal ada yang datang itu kan suka jadi menunggu karena tersita upacara adat yang lama," ucapnya.

Kemudian Yana juga mengimbau agar penyelenggara resepsi di gedung untuk menyediakan tempat duduk sesuai jumlah minimal 30 persen dari kapasitas gedung.

Sehingga keberadaan tamu di dalam gedung akan lebih mudah terpetakan.

"Jangan dulu standing party, karena kalau berdiri itu tidak ketahuan, makanya harus duduk sehingga bisa kelihatan berapa jumlahnya apakah bener itu sesuai kapasitas maksimum. Kemudian juga kelihatan apakah jaga jarak atau tidak," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved