Breaking News:

Pemerintah Harus Segera Ciptakan Lapangan Kerja, Pengangguran & Kriminalitas Akibat Corona Meningkat

Pengamat Ekonomi dari Institut Bisnis dan Ekonomi: pada masa pandemi Covid-19, terjadi peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan yang signifikan.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI PENCARI KERJA - Pencari kerja antre mengisi data pribadi dan bidang pekerjaan yang diminati pada form yang sudah tersedia di laptop di salah satu stan dalam Unpad Job Fair di Graha Sanusi Hardjadinata (GSH) Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Kamis (25/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Ekonomi dari Institut Bisnis dan Ekonomi Nitro Makassar, Rosnaini Daga, mengatakan pada masa pandemi Covid-19, terjadi peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan yang signifikan.

Menurutnya, dengan adanya pandemi Covid-19 tidak dapat pungkiri bahwa perekonomian Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi yang bisa dibilang sangat tidak stabil bahkan terus menurun selama pandemi.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) diperkirakan sebesar 7,33 persen dan kemiskinan 9,88 persen. Bahkan terburuknya pada perhitungan sangat berat, TPT bisa mencapai 9,02 persen dan kemiskinan bisa tembus dua digit menjadi 10,98 persen,” katanya dalam diskusi virtual bertema Urgensi Penciptaan Lapangan Kerja Pasca Pandemi, Jumat (26/6/2020).

Gugus Tugas Jabar dan BIN Gelar Rapid Test Massal di Tiga Tempat, Terjaring 3 Orang yang Positif

Penciptaan lapangan kerja di tengah kondisi ini, katanya, sangat penting apalagi selama masa pandemi pengangguran dan angka kemiskinan semakin meningkat. Apalagi selama PSBB, banyak masyarakat yang tidak mau tinggal di rumah.

Rosnaini juga menjelaskan bahwa meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan juga berimplikasi pada peningkatan angka kriminalitas. Oleh karenanya menciptakan lapangan kerja menjadi penting dan mendesak agar angka kriminalitas tidak ikut meningkat.

“Kenapa, karena kalau kita tidak menciptakan lapangan kerja, orang pasti bisa berurusan dengan kriminalisasi. Orang kalau mau makan apapun akan dia lakukan bahkan untuk hal yang tidak masuk akal dia akan lakukan yang penting dia bisa makan. Kita bisa lihat di media, di masa pandemi ini kriminalitas meningkat. Bukan hanya angka pengangguran dan kemiskinan yang meningkat. Tapi angka kriminalitas juga meningkat,” kata Rosnaini.

Terkait adanya polemik yang ditimbulkan dari RUU Cipta Kerja, Rosnaini berpendapat bahwa hal tersebut sangatlah wajar.

Menurutnya, suatu produk setiap produk Undang-Undang yang dikeluarkan tidak bisa menyenangkan semua pihak dan tidak semua pihak mau terima. Dirinya mendorong pemerintah untuk menyelesaikan polemik ini dengan mengedepankan diskusi dengan pihak-pihak terkait.

“Yang saya tahu setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu pasti tidak semua orang bisa menerima. Pasti ada saja kontroversi pro dan kontra. Tidak mungkin menyenangkan semua pihak. Bagi saya semuanya bisa didiskusikan. RUU Cipta Kerja ini pasti ada kelebihan dan kekurangan dan itu bisa diselesaikan,” ujar Rosnaini.

VIDEO-TNI dan Polri di Kota Cimahi Bersinergi Meringankan Beban Masyarakat Terdampak Covid-19

Direktur Pasca Sarjana Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar ini pun menilai RUU Cipta Kerja mendesak untuk segera disahkan demi menyelamatkan pengangguran dan korban PHK di masa pandemi Covid-19. Rosnaini mengatakan RUU Cipta Kerja dapat mendorong terbukanya lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

“RUU Cipta Kerja untuk kondisi hari ini di masa pandemi ini mendesak untuk disahkan. Kenapa, supaya bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat atau bagi orang-orang yang sudah di-PHK,” kata Rosnaini. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved