Kabupaten Bandung Siap Ujicoba Buka 43 Tempat Wisata Air
Menurut Kepala Dinas, Yosef Nugraha, sudah terbit peraturan keputusan Menteri kesehatan yang mengatur tentang protokol kesehatan di dalamnya termasuk
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Darajat Arianto
Laporan wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah melakukan ujicoba membuka tempat wisata alam, Kabupaten Bandung akan melakukan ujicoba wisata air.
Sebanyak 43 wisata air, seperti kolam renang, tempat berendam air panas, dan lainnya di Kabupaten Bandung, besok akan diujicoba untuk dibuka.
Menurut Kepala Dinas, Yosef Nugraha, sudah terbit peraturan keputusan Menteri kesehatan yang mengatur tentang protokol kesehatan di dalamnya termasuk ketentuan kolam renang dan lainnya.
"Jadi, menurut analisa kesehatan kolam berenang itu, yang sudah ada treatmen dengan kaporit dan lainnya itu bisa membunuh virus, jadi tidak berbahaya," kata Yosef, di Kantornya, Soreang, Kabupaten Bandung.
Yosef mengatakan, dengan demikian pihaknya mengambil keputusan segera untuk membuka kolam berenang.
"Kami sosialisasi hari Rabu. Kamis, Jumat melakaukan simulasi seluruh kolam renang yang berada di Kabupaten Bandung, termasuk yang ada di hotel-hotel dan resort," kata Yosef.
Yosef mengungkapkan, yang hadir saat sosialisasi ada 43 pengelola wisata air, kalau jumlah seluruhnya belum terdata karena ada kemungkinan kolam berenang di kecamatan-kecamatan belum masuk data, baik itu yang ada di resort, di hotel, maupun kolam renang/rendam tunggal.
"Kemudian kamk simulasi kita lakukan sampai hari ini, besok kita lakukan uji coba pembukaan wisata air dengan menerapkan protokol kesehatan (Covid 19)," ujara Yosef.
Yosef menjelaskan, tretmennya sama saja dengan ketempat wisata lain, ketika pengunjung datang cek suhu tubuhnya, cuci tangan, pakai masker, masuk kolam renangnya di atur.
Yosef memaparkan, untuk kolam dengan kedalaman hingga 1 meter jarak fisik dijaga sampai 2 meter, untuk kedalaman 1-1,5 meter jarak fisik harus 2,2 meter dan kedalaman 1,5-2 meter jarak fisik harus sampai 4 meter.
"Kami juga terapkan 50 persen (pengunjung) kalau luas kolam 1m dengan kapasitas 100 orang, berarti sekarang hanya ada 50 orang dalam 1 waktu," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kolam-air-panas-ciwalini.jpg)