Breaking News:

Terorisme

Penusuk Wiranto Divonis 12 Tahun Penjara

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum selama 16 tahun bui

Editor: Deni Ahmad Fajar
KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO
Mantan menkopolhukam Wiranto (tengah) 

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menyatakan Abu Rara bersama istrinya, Fitria Diana alias Fitri Adriana, dan Samsudin alias Jack Sparrow alias Abu Basilah, bersalah menusuk mantan menteri koordinator bidang politik hukum dan keamanan Wiranto. Penusukan Wiranto terjadi di alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 10 Oktober 2019. Serangan itu dilakukan secara membabi buta menggunakan kunai. Serangan itu membuat Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Daryanto dan Fuad Syauqi terluka.

Abu Rara divonis 12 tahun penjara. Ia dinilai terbukti melanggar Pasal 15 junto Pasal 6 junto pasal 16 UU Terorisme. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum selama 16 tahun bui.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak terorisme dengan mengajak anak dan tindak terorisme sebagaimana dalam dakwaan satu dan dakwaan dua," ujar Ketua Majelis Hakim Masrizal, di PN Jakbar, Kamis (25/6).
Fitria Diana yang menyerang Kapolsek Menes, divonis 9 tahun penjara. Jack Sparrow divonis penjara selama 5 tahun penjara. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta Jack Sparrow dihukum 7 tahun bui. Jack bukan dihukum dalam kasus penusukan Wiranto. Jack diyakini hakim melanggar pasal Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Hakim menjelaskan bahwa kedua terdakwa pernah merencanakan aksi teror di sebuah toko emas di wilayah Banten. Namun rencana itu tidak pernah terlaksana oleh keduanya lantaran Abu Rara pindah tempat tinggal.

Menurut hakim, Jack tidak berusaha mencegah tindakan teror oleh Abu Rara dan malah memberikan rekomendasi lokasi untuk menggencarkan aksinya.

Abu Rara menyatakan menerima putusan tersebut. Dengan demikian Abu Rara tak akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. "Bismillah saya terima putusan hakim tanpa cela," ujar Abu Rara, siang kemarin.

Kuasa hukum Abu Rara, Kamsi, membenarkan bahwa kliennya menerima vonis 12 tahun penjara dan tidak mengajukan banding karena merasa putusan sudah adil. "Kan putusan lumayan adil, dari 16 tahun diputus 12 tahun. Terdakwa pasrah menerima keputusan," kata Kamsi.

Hakim juga memerintahkan Kementerian Keuangan memberikan kompensasi Rp 37 juta kepada Wiranto. Kompensasi itu diberikan karena Wiranto dianggap sebagai korban dari tindak terorisme.***

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved