Breaking News:

Jumlah Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Terus Naik, Kini Sudah 634 Kasus, 16 Orang Meninggal

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus bertambah dalam beberapa hari ini.

Pixabay
gejala dan cara pencegahan demam berdarah atau DBD 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus bertambah dalam beberapa hari ini. Dari 598 kasus kini sudah 634 kasus.

Sementara jumlah warga meninggal akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini masih tetap 16 orang. Dinas Kesehatan Kota terus berupaya menekan jumlah kasusnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Puskesmas dan kantor kecamatan untuk sosialisasi ke warga.

Kronologi John Kei Sampai Terjun ke Dunia Hitam, Sempat Buron Lalu Menyerahkan Diri

"Saat ini sepuluh kecamatan yang ada di wilayah kota sudah menjadi kantung DBD. Paling banyak di Kecamatan Kawalu," kata Uus, seusai rakor DBD, Kamis (25/6).

Uus nenegaskan, upaya penanggulangan DBD selain secepatnya membawa korban ke Puskesmas atau rumah sakit agar cepat tertangani juga melakukan fogging di daerah-daerah rawan.

"Namun perlu diketahui, upaya fogging sebenarnya kurang efektif. Hanya membunuh nyamuk hidup. Sedangkan bakal nyamuk yang jumlahnya jauh lebih banyak tidak tersentuh," ujar Uus.

Upaya paling efektif memberantas nyamuk aedes aegypti adalah meniadakan wahana air yang berpotensi menjadi sarangnya. Hal ini akan memutus regenerasi.

"Sudah berulang kali kami sampaikan, memberantas sarang nyamuk adalah tindakan yang paling efektif. Hanya saja warga kebanyakan mengabaikannya," kata Uus bernada prihatin.

Hasil Pertemuan Kuasa Hukum dan Habib Bahar di Nusakambangan, Bahas Upaya Hukum hingga Ingin Pindah

Pemberantasan sarang nyamuk, tambah Uus, juga tidak mengeluarkan biaya. Seperti menutup dan menguras tempat air serta membuang atau menimbun barang bekas.

"Pokoknya jangan sampai ada genangan air beberapa hari. Lebih baik memberantas sarang nyamuk tanpa biaya, dari pada mengobati dengan taruhan nyawa serta harus mengeluarkan biaya tidak sedikit," kata Uus.

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved