Transaksi Keuangan Digital Makin Pesat, 290 Juta E-Money Beredar, 62 Juta Pengguna Mobile Banking

Saat ini industri ini terus bergeser ke arah digital. Salah satunya terlihat dari pengguna internet banking, mobile banking, dan e-money yang meningka

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi (kiri), Direktur IT Treasury dan International Banking bank bjb Rio Lanasier, Direktur Operasional bank bjb Tedi Setiawan, dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana melaunching fitur baru bjb Digi QR Payment (transfer on us) di depan Kantor Cabang Utama Bandung Bank BJB, Jalan Braga Pendek, Kota Bandung, Sabtu (31/8/2019) malam. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 membuat pola perubahan dalam industri finansial. Saat ini industri ini terus bergeser ke arah digital. Salah satunya terlihat dari pengguna internet banking, mobile banking, dan e-money yang meningkat. Nasabah saat ini memilih memanfaatkan digital dalam bertransaksi.

“Bukan hanya itu jumlah kantor cabang bank juga makin menurun. Begitu pun dengan penggunaannya. Nasabah lebih banyak bertransaksi melalui ATM dan mobile banking,” kata Senior Data Scientist & iT Expert Sharing Vision Dosen STEI ITB, Dimitri Mahayana pada acara webinar “Unlock Your Potential, Sieze The Opportunity of The New Normal” yang digelar BI Jabar, OJK Jawa, dan BMPD Jawa Barat, Rabu (24/6/2020).

Dimitri mengatakan, secara global akan ada pergeseran di mana preferensi digital channel terus meningkat. Sekitar 48 persen orang Indonesia juga akan mempertimbangkan untuk berpindah ke digital only bank dalam dua tahun ke depan. Bahkan, kata Dimitri, di India, Google mengalahkan bank sebagai perusahaan yang paling dipercaya untuk mengelola finansial mereka.

“Pergeseran ke arah digital juga terlihat dari pengguna e-money yang meluas, mayoritas responden menggunakan Gopay dan OVO,” katanya.

Menurut Dimitri, ada 290 juta e-money beredar dan 500 reader tersedia. Bahkan kini terdapat 41 penyelenggara e-money berlisensi. Pertumbuhan nilai transaksi meningkat sangat pesat dengan prediksi pada tahun ini akan meningkat dibanding tahun lalu. Dari catatan pengguna internet banking juga meningkat, yakni terdapat 36 juta pengguna dan 62 juta pengguna mobile banking.

“Transaksi e-money makin booming bahkan naik hingga lebih dari 100 persen. Di masa pandemi ini transaksi digital channel bank juga meningkat pesat,” katanya.

Pada acara yang sama, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Regional 2 Jawa Barat OJK, Sabarudin, mengatakan, saat pandemi Covid-10 ini perbankan harus terus berinovasi dengan digitalisasi perbankan. Salah satunya transaksi keuangan dengan menggunakan internet banking dan mobile banking.

“Saat ini banyak muncul layanan keuangan digital seperti online banking, laku pandai, fintech, hingga pembukaan rekening juga bisa secara online,” ujar Sabarudin.

Untuk itu, katanya, upaya OJK melihat kondisi tersebut antara lain dengan menerbitkan POJK tentang penyelenggaraan layanan digital oleh bank umum dan penguatan pengawasan sektor jasa keuangan berbasis teknologi digital serta menerbitkan POJK tentang inovasi keuangan digital di sektor jasa keuangan. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved