Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Grafik Penularan Covid-19 Menurun, dan Ini yang Dilakukan Pemkot Bandung

Grafik kenaikan kasus positif kumulatif di Kota Bandung terus melandai, meski begitu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan

Tribunnews.com
ILUSTRASI: Grafik Penularan Covid-19 Menurun, dan Ini yang Dilakukan Pemkot Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Grafik kenaikan kasus positif kumulatif di Kota Bandung terus melandai, meski begitu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan tetap mengantisipasi adanya gelombang kasus Covid-19 dengan terus melakukan pelacakan dan menambah jumlah tes (surveillance) Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, surveillance dilakukan terhadap orang-orang yang dianggap berisiko tinggi terpapar virus corona, seperti tenaga medis, aparat kewilayahan dan masyarakat kontak erat.

"Untuk antisipasi gelombang kedua, bahwa yang namanya surveilans itu tidak akan berhenti. Penanganan Covid-19 terus berlangsung, artinya pelacakan akan terus kita lakukan," ujar Ema, di Balai Kota Bandung, Rabu (27/6/2020).

Pasien Positif Corona di Cimahi Tambah 6, Hari Ini Tak Ada Penambahan Pasien Sembuh

Pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional pertama, sejak 29 Mei hingga 12 Juni 2020, angka kasus positif baru di Kota Bandung terus melonjak. Ema mengklaim, lonjakan itu merupakan konsekuensi dari pelacakan dan masifnya pengetesan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, pada 29 Mei 2020 ada sebanyak 304 kasus positif kumulatif. Lalu hingga 12 Juni 2020 terjadi penambahan 79 kasus menjadi 383 kasus.

Pada PSBB proporsional kedua, yakni sejak 13 Juni 2020 hingga hari ini, grafik kasus positif kumulatifnya mulai melandai. Dalam waktu 15 hari, hanya terjadi penambahan satu kasus positif Covid-19.

PSBB di Kota Bandung Menjadi Titik Balik, Hanya Ada 6 Kasus Kematian Akibat Covid

Jumlah kasus positif aktif, kata Ema, pada 13 Juni 2020 ada 138 pasien positif aktif yang masih dirawat, namun hingga kini turun menjadi 102 pasien positif aktif.

"Sejak PSBB proporsional kedua, sekarang tanggal 22 Juni 2020 jumlahnya 102 (positif aktif), kan luar biasa turunnya," katanya

Menurutnya catatan penurunan kasus aktif itu juga didukung oleh menurunnya petugas medis yang bertugas menangani pasien Covid-19.

"Petugas sudah banyak yang tidak menangani pasien Covid-19, kemudian juga tempat tidur di rumah sakit rujukan semakin berkurang yang dipakai oleh pasien. Ini kan saling menguatkan data ini, jadi tidak ada yang saling kontradiksi," ucapnya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved