Pesan Nus Kei, Paman John Kei: Ini Membuat Malu Membuka Aib Kami
Nus Kei menyayangkan tindakan John Kei yang diduga terlibat kasus keributan di Green Lake City,
Penulis: Widia Lestari | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
TRIBUNJABAR.ID - Nus Kei menyayangkan tindakan John Kei yang diduga terlibat kasus keributan di Green Lake City, Kota Tangerang dan Cengkareng, Jakarta Barat.
Seperti diketahui, rumah Nus Kei dirusak oleh orang-orang yang diduga adalah kelompok John Kei.
Kediamannya yang berada di Green Lake City, Kota Tangerang mengalami kerusakan akibat keributan yang terjadi.
Kini, Nus Kei pun menyampaikan pesan dan doanya terkait masalah yang terjadi di antara dia dan John Kei.
Ia mengaku, mendoakan ponakannya agar tak melakukan tindakan serupa di masa mendatang.
Nus Kei menganggap, masalah yang terjadi membuat malu dan membuka aib.
Berikut ini pernyataannya yang dikutip Tribunjabar.id dari video wawancara di channel Youtube tvOneNews.
• John Kei Sempat Menangis, Sampai Mengusap Air Mata, Hal Ini Membuat Dia Merasa Berdosa
"Makanya ke depan saya berdoa, saya enggak tahu, saya keluarga saya,
kami yang ada di sini semua berdoa meminta supaya ke depan jangan ada lagi terjadi seperti ini.
Inilah terakhir karena ini membuat malu membuka aib kami. Kami tidak mau lagi ini akan terjadi.
Saya garansi itu. saya sebagai orangtua di sini pamannya dia saya akan lakukan itu."
Dalam video yang sama, Nus Kei juga buka suara terkait hal yang dimasalahkan John Kei.
Seperti yang banyak diberitakan, John Kei tak terima atas pembagian hasil penjualan tanah.
Hal itulah yang disebut membuat kelompok John Kei murka sehingga menyebabkan keributan.
John Kei dan anak buahnya diduga terlibat dalam penyerangan di Cengkareng, Jakarta Barat dan keributan di Green Lake City, Kota Tangerang.
Terkait masalah tanah ini, Nus Kei mengaku memang ada pekerjaan terkait urusan tanah di Ambon.
Namun, ia mengaku masalah tersebut sudah selesai.
• Kisah Awal Mula John Kei Merantau ke Jakarta, Temukan Rumah Saudaranya Gara-gara Celana di Jemuran
"Memang ada sebuah pekerjaan yang memang ada di Kota Ambon Provinsi Maluku sana, tapi itu udah selesai yang berkaitan dengan tanah," katanya.
Nus Kei menyebut, kemungkinan John Kei tak sabar sehingga menargetkan dirinya menjadi objek serangan.
"Memang sudah selesai. Cuma karena memang tidak ada kesabaran mungkin antara ponakan saya ini akhirnya jadi seperti kemarin. Sebetulnya tidak ada masalah sih, masalah itu enggak ada," kata Nus Kei.
Rumah Nus Kei di Green Lake City memang dirusak oleh orang-orang yang diduga kelompok John Kei.
Terkait hal ini, Nus Kei mengaku tak tahu menahu karena posisinya sebagai target serangan.
"Saya enggak tahu karena saya dalam posisi diserang," ujarnya.
Walaupun begitu, ia berharap kejadian yang dimotori ponakannya tersebut tak terulagi lagi.
"Saya berharap ke depan jangan ada lagi seperti itu. Semoga kemarin jadi hari terakhir, kami kubur bersama-sama. Semoga tidak terulang lagi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, John Kei memberikan perintah kepada anak buahnya.
"Kita membuka HP pelaku ini, di mana ada perintah dari John Kei ke anggotanya,
indikator dari pemufakatan jahat adanya perencanaan pembunuhan terhadap Nus Kei dan ER atau YDR," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, seperti yang dimuat Kompas.com, Senin (22/6/2020).
Masih dilansir Tribunjabar.id dari sumber yang sama, kelompok John Kei melakukan penyerangan terhadap kelompok Nus Kei di Cengkareng, Jakarta Barat.
Kelompok John Kei yang disebut berjumlah lima sampai tujuh orang, diduga melakukan penganiayaan pada Minggu (21/6/2020).
• Ternyata Ini Penyebab John Kei dan Nus Kei Berkonflik dan Saling Ancam, Padahal Mereka Bersaudara
Akibat kejadian itu, ER disebut mengalami luka bacok dan dinyatakan meninggal dunia.
"Satu orang meninggal dunia atas nama ER, yang bersangkutan meninggal karena luka bacok di beberapa tempat," kata Irjen Nana Sudjana.
Kemudian, pada hari yang sama kelompok John Kei disebut melakukan penyerangan di Green Lake City, Kota Tangerang.
Mereka menyerang rumah Nus Kei untuk mencari keberadaan Nus Kei. Ada 15 orang yang menyerbu rumah tersebut.
"Mereka datang mencari seseorang dan memang rumah tersebut adalah rumah Nus Kei," kata Kapolda Metro Jaya.
Namun, setibanya di sana, anak buah John Kei tak menemukan orang yang menjadi sasarannya.
Nus Kei diketahui sedang tidak berada di rumah. Di rumah tersebut hanya ada istri dan anak Nus Kei.
"Yang bersangkutan tidak ada, tetapi ada istri dan anak," ujarnya.
Tak adanya Nus Kei pun membuat anak buah John mengamuk. Mereka melakukan perusakan di rumah tersebut.
Rumah Nus Kei yang berada di Cluster Australia dirusak, bahkan kendaraan pun turut dirusak.
Para pelaku menggunakan penutup muka dan membawa senjata untuk melakukan perusakan.
Tak hanya itu, mereka bahkan melayangkan tembakan. Seorang driver ojek online atau ojol disebut kena tembakan dan satpam kena tabrak.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (21/6/2020). Video amatir yang merekam kejadian tersebut bahkan beredar di media sosial.
Kemudian, terungkap masalah apa yang menjadi penyebab John Kei sampai berkonflik dengan Nus Kei.
Dari tayangan Kompas TV yang dikutip Kompas.com, ternyata konflik ini atas dasar masalah pribadi di antara keduanya.
Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, John Kei merasa tidak puas atas pembagian uang hasil dari penjualan tanah.
"Masalah pribadi antara John Kei dan Nus Kei terkait adanya ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah," ujarnya.
Adanya masalah ini membuat John Kei merasa dikhianati.
"John kei merasa dikhianati terkait masalah pembagian tadi," katanya.
Ternyata John Kei dan Nus Kei mulanya saling ancam melalui ponsel.
"Karena tidak ada penyelesaian, mereka saling ancam melalui HP," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/john-kei-preman.jpg)