Breaking News:

Suvenir Wayang Golek Cupumanik Kurang Diminati, Wida Jualan di Media Sosial

Wida Widyawati (49) tidak mau menyerah. Meski suvenir wayang golek kurang diminati, dia tetap ingin mempertahankannya. Generasi kedua pemilik Galeri

TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL
Wida Widyawati (kanan) bersama adiknya, Santi Sundari, di Galeri Cupumanik, Jalan H. Akbar No. 10, Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Rabu (17/6). 

TRIBUNJABAR.ID - Wida Widyawati (49) tidak mau menyerah. Meski suvenir wayang golek kurang diminati, dia tetap ingin mempertahankannya. Generasi kedua pemilik Galeri Cupumanik ini mulai mencoba menjual wayang-wayangnya melalui media sosial.

"Kami mencoba ke digital karena harus begitu. Pemeran-pameran enggak ada lagi, jadi sekarang berpindah ke medsos (media sosial)," kata Wida di Galeri Cupumanik, Jalan H. Akbar No. 10, Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Rabu (17/6).

Wida memilih Instagram dan laman untuk mempertahankan keberadaan wayang golek yang kurang diminati. Wida membuat dua akun instagram, yakni @cupumanikwayanggolek dan @cupumanikwayanggolek_bywida. Adapun alamat lamannya adalah http://www.cupumanik.co.id/.

Wida mengaku bakal merekrut orang khusus yang mengelola pemasaran digital galerinya. Dia sedang mencari orang muda yang benar-benar ahli di bidangnya.

"Jadi saat pandemi (virus korona) ini kami riset. Nanti, kami akan mencoba medsosnya ditangani oleh orang yang khusus, oleh anak muda. Kami itu harus tahu marketnya. Kami ngetag-nya harus betul sasarannya," katanya.

Menurut Wida, orang yang datang ke galerinya sudah jarang. Kecuali, katanya, ada orang yang memilih-milih barang, yang ingin tahu kualitasnya secara langsung.

"Menurut saya, itu perlu karena produk yang ditawarkan di Instagram belum tentu sama dengan foto. Kan, foto bisa diedit, bisa digimana-manain. Biasanya ada juga yang minta difotoin sesuai dengan aslinya makanya saya foto yang aslinya," katanya.

Wida pun membidik pasar corporate gift. Wida memasarkan ke instansi pemerintah dan swasta untuk membeli suvenir wayang untuk hadiah. Menurutnya, beberapa bank, seperti bank bjb, sudah memesan ke Cupumanik untuk suvenir wayang.

"Dulu, biasanya rombongan turis yang datang ke galeri. Sekarang sudah tidak ada lagi," katanya.

Menurut Wida, peminat suvenir wayang golek terus menurun sejak 2016. Penyebabnya, katanya, karena reseller banyak yang tutup.

Halaman
12
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved