Breaking News:

Epin Jadi Pengrajin Suvenir Wayang Golek Cupumanik Sejak 1973, Terima Pesanan Custom Lewat Online

EPIN Saprudin (68) adalah pengrajin suvenir wayang golek di Galeri Cupamanik. Bersama kakaknya, H. Herry Hermawan (almarhum), Epin merintis Galeri Cup

TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL
EPIN Saprudin, perajin wayang golek di Gelari Cupumanik. 

TRIBUNJABAR.ID - EPIN Saprudin (68) adalah pengrajin suvenir wayang golek di Galeri Cupamanik. Bersama kakaknya, H. Herry Hermawan (almarhum), Epin merintis Galeri Cupamanik, yang masih berdiri hingga sekarang. Dia juga menerima pesanan custom lewat online (daring).

Epin mengaku membuat wayang golek sejak duduk di STM (SMK sekarang). Dia lulus STM pada 1973.

Hingga sekarang pun, Epin masih membuat wayang-wayang di bengkelnya yang berada di bagian belakang Galeri Cupumanik.

Cupumanik sendiri berdiri pada 1980. Galeri ini berdiri berawal dari sebuah kerja sama Herry dengan pemerintah untuk membangun UKM Bapikra pada 1977.

"Sehari-hari ngulik wayang. Saya bersama kakak saya belajar membuat wayang," kata Epin di Galeri Cupumanik, di Jalan H. Akbar No. 10, Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Wida Widyawati (kanan) bersama adiknya, Santi Sundari, di Galeri Cupumanik, Jalan H. Akbar No. 10, Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Rabu (17/6).
Wida Widyawati (kanan) bersama adiknya, Santi Sundari, di Galeri Cupumanik, Jalan H. Akbar No. 10, Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Rabu (17/6). (TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL)

Menurut Epin, wayang yang diproduksinya berbahan kayu lame dan albasiah.
Namun, dia lebih memilih menggunakan kayu albasiah yang sudah kering karena tahan terhadap rayap.

Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan wayang-wayangnya, katanya, tidak tentu, tergantung besar dan tingkat kesulitannya.

Namun, Epin menyelesaikan kepala wayang sebesar kepalan orang dewasa bisa seharian.

"Itu belum sama bajunya. Kalau sama baju dan pengecatan, bisa dua harian. Yang tingginya 50 cm bisa dua harian," katanya.

Wayang buatan Epin adalah hasil modifikasi dari wayang tradisi, terutama pewarnaannya.

Halaman
1234
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved