Breaking News:

BBWS Siap Normalisasi Sungai Citanduy Penyebab Banjir Rutin Sukaresik Tasikmalaya, Ini Kendalanya

Kepala Desa Tanjungsari, Amas, mengatakan, banjir rutin yang melanda empat kampung akan terus terjadi, sepanjang tidak dilakukan normalisasi

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Jalan utama beraspal hotmix menuju empat kampung di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, masih terendam, Jumat (19/6/2020) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kepala Desa Tanjungsari, Amas, mengatakan, banjir rutin yang melanda empat kampung akan terus terjadi, sepanjang tidak dilakukan normalisasi aliran Sungai Citanduy.

"Selama tidak ada normalisasi maka banjir akan terus terjadi di empat kampung kami," kata Amas, Minggu (21/6/2020).

Pemakaman di Sukaresik Tasik Ikut Kebanjiran, Jika Ada yang Meninggal Tak Bisa Langsung Dikuburkan

Komplek pemakaman di Kampung Cicalung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, masih terendam, Sabtu (20/6/2020) siang.
Komplek pemakaman di Kampung Cicalung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, masih terendam, Sabtu (20/6/2020) siang. (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Keempat kampung itu antara lain Kampung Bojongsoban, Hegarsari, Mekarsari dan Cicalung.

Sejak Jumat (19/6) subuh keempat kampung dilanda banjir rutin akibat meluapnya Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang yang mengapit keempat kampung yang terletak di Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya ini.

"Kami berharap pihak pemerintah turun tangan untuk membebaskan empat kampung itu dari jeratan banjir rutin yang terjadi sejak puluhan tahun," kata Amas.

Sementara, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy ternyata sudah siap melakukan normalisasi aliran air sungai, agar empat kampung itu terbebas dari banjir rutin setiap muncul hujan deras.

Banjir Terjang Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya, Dodo Sekeluarga Pun Tidur di Langit-langit Rumah

Namun upaya normalisasi hingga saat ini belum bisa direalisasikan karena warga sekitar menghendaki ada ganti rugi tanah yang terpakai normalisasi.

"Sudah sekitar satu tahun kami merencanakan normalisasi aliran Citanduy di sekitar Desa Tanjungsari. Tapi terkendala masalah ganti rugi lahan," kata Pelaksana Teknis Operasi dan Pemeliharaan lll BBWS Citanduy, Ijang Nurul Fuad, saat meninjau banjir, Jumat (19/6).

Ijang menandaskan, BBWS sebenarnya siap kapanpun akan dimulainya normalisasi. Namun pihaknya tidak menyediakan dana ganti rugi lahan yang nantinya akan terpakai normalisasi.

"Kami sebenarnya sudah siap. Bahkan sejak setahun lalu. Saat itu bermusyawarah dengan warga. Tapi ternyata harus ada ganti rugi, sementara kami tidak menyediakan dana ganti rugi," ujar Ijang. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved