Breaking News:

Jasa Pernikahan Siapkan Pelayanan Baru, Kemungkinan Acara Makan Diganti Nasi Boks

Solusi yang diberikan oleh wedding organizer di antaranya jumlah undangan yang dibatasi, konsep acara yang lebih personal, tidak ada antrean salaman,

Tribun Jabar/ Firman Wijaksana
Komunitas Wedding Garut mengadakan simulasi pernikahan di masa new normal di Graha Patriot, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (11/6/2020). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 telah memberi pengaruh global terhadap sejumlah bisnis, termasuk industri pernikahan. Berbagai perubahan perilaku masyarakat pun diprediksi akan turut mengubah kebiasaan yang lazim dilakukan pada acara pernikahan.

Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GPPPI) menyebutkan, pelaksanaan acara resepsi pernikahan meliputi sejumlah aspek, antara lain hotel dan gedung pertemuan, katering, dekorasi, entertainment, MC, sanggar rias/MUA, bridal, jas, kartu undangan, suvenir, dan wedding organizer.

Adanya protokol kesehatan dan keamanan pada resepsi pernikahan nantinya diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi calon pengantin dan tamu undangan. Solusi yang diberikan oleh wedding organizer di antaranya jumlah undangan yang dibatasi, konsep acara yang lebih personal, tidak ada antrean salaman, dan juga pembatasan katering.

Melihat perubahan ini, pengelola timbSay Hi Wedding Organizer, Hilman Dwi Putra, mengatakan, ia turut mempersiapkan agenda bagi calon pengantin yang akan menikah tahun ini.

“Hal yang berbeda saat new normal adalah persiapan untuk dekorasi terutama bagian pelaminan antara orang tua, pengantin, dan tamu harus ada jarak,” ujar Hilman saat dihubungi Jumat (19/6/2020).

Menurut dia, biasanya di bawah pelaminan ada tangga namun nantinya akan ditambahkan untuk memberikan jarak, begitu pula saat berfoto. Pada penempatan stall makanan tidak boleh saling berdekatan. “Bahkan kemungkinan akan ada pengalihan ke nasi boks, tidak ada makan di acara pernikahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika biasanya wedding organizer memiliki tatanan dekorasi yang berbeda dengan gaya masing-masing, pada era new normal ini akan berubah. Begitu pula dengan tamu yang hanya boleh menampung 50 persen dari kapasitas gedung dengan waktu masuk bergantian.

“Jadi ada, shift awal untuk keluarga inti saja dan jam kedua untuk teman dekat,” ujar Hilman.

Sebagai wedding organizer, ia juga akan meminta daftar kepastian klien soal kehadirannya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi akan ada pengecekan pada pesta pernikahan(*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved