Breaking News:

PSBB di Jabar Diperpanjang

Datangi Balai Kota, Pengusaha Hiburan di Kota Bandung Minta Kepastian Waktu Operasional Kembali

Pengusaha hiburan di Kota Bandung mendatangi Balai Kota Bandung minta kepastian waktu operasional tempat hiburan yang sudah vakum selama 3 bulan

Tribun Jabar/Tiah SM
Para pengusaha hiburan di Kota Bandung mendatangi Balai Kota Bandung untuk meminta kepastian waktu operasional tempat hiburan yang sudah vakum selama tiga bulan, Jumat (19/6/2020). Ketua Perkumpulan Penggiat Pariwisata Kota Bandung Rully Pangabean saat ditemui usai audensi di Balai Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG -- Para pengusaha hiburan di Kota Bandung mendatangi Balai Kota Bandung untuk meminta kepastian waktu operasional tempat hiburan yang sudah vakum selama tiga bulan, Jumat (19/6/2020).

Sejumlah pengusaha hiburan yang dipimpin Ketua Perkumpulan Penggiat Pariwisata Kota Bandung Rully Pangabean itu langsung melakukan audiensi dengan dengan Sekda Kota Bandung Ema Sumarna dan jajarannya.

"Kami pengusaha ingin kepastian kapan bisa operasional karena tiga bulan tak usaha sangat susah bayar pegawai," ujar Rully usai audensi di Balai Kota Bandung.

Sangu Bancakan Sabandung Masih Berlanjut, Semangat Warga Kota Bandung Tetap Menyala di Tengah Covid

Menurut Rully, arahan dari Sekda menunggu selesai PSBB sampai 26 Juni, itupun harus menunggu zona kuning menjadi biru.

"Walau pun jadi biru, persyaratan cukup ketat harus mematuhi protokol kesehatan dan hanya dibolehkan 30 persen dari kapasitas," ujarnya.

Rully mengatakan kepastian operasional harus jelas karena menyangkut nasib ribuan karyawan.

"Kami tidak sanggup lagi jika harus memberi gaji berbulan- bulan tanpa ada pendapatan," ujar Rully.

68 Persen Korban Covid-19 Kota Bandung Memiliki Penyakit Penyerta

Rully , mengatakan jika operasional hanya 30 persen tidak ada keuntungan tapi lumayan untuk sekadar member makan karyawan.

Di Kota Bandung menurut Rully ada sekitar 300 tempat hiburan tapi yang masuk perhimpunan yang ia pimpin Hanau 90 lokasi dengan jumlah karyawan 6.000 orang.

"Covid-19 masalah bersama dan harus ditangani bersama , kami pengusaha hiburan siap mentaati protokol kesehatan dan siap mendapat sanksi jika melanggar aturan," ujarnya. (tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved