Breaking News:

Amerika Serikat

Polisi Penembak Brooks Terancam Hukuman Mati

jaksa penuntut umum mengatakan Rolfe terancam menjalani hukuman tanpa pembebasan bersyarat atau hukuman mati.

GARRETT Rolfe, polisi Atlanta yang menembak mati Rayshard Brooks, dijerat 11 dakwaan dan terancam hukuman mati. Surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk polisi yang dipecat itu.

Menurut Al Jazeera, Kamis (18/6), jaksa penuntut umum mengatakan Rolfe terancam menjalani hukuman tanpa pembebasan bersyarat atau hukuman mati.

Insiden penembakan Brooks terjadi setelah seorang pegawai restoran Wendy's, di Atlanta, Amerika Serikat menelepon polisi karena ada seseorang yang tertidur di mobilnya, di jalur drive-through, Sabtu (13/6/2020). Penembakan itu menjadi perhatian nasional, dan Rolfe pun diadili.

Sebelumnya kasus pembunuhan oleh polisi terhadap pria Afrika-Amerika juga terjadi di Minneapolis yang mengakibatkan tewasnya George Floyd, akhir bulan lalu.

"Brooks tidak menunjukkan dirinya berbahaya," ujar Jaksa Wilayah Fulton County Paul L Howard Jr, Rabu (17/6).

Howrad juga menyatakan Brooks tidak menunjukkan perilaku agresif. "Setelah dia ditembak, selama sekitar 2 menit 12 detik tidak ada bantuan medis," kata Howard.

Dia juga mengatakan selama waktu itu Rolfe menendang Brooks ketika korban terbaring dan sekarat. Rolfe menembak Brooks setelah pria Afrika-Amerika berusia 27 tahun itu merebut pistol kejut (taser) dan kabur, mencoba coba menembak polisi tapi terlalu jauh, kata jaksa penuntut. “Pistol kejut itu juga ditembakkan dua kali, jadi sudah kosong dan tak lagi berbahaya,” kata Howard.

Seorang polisi bernama Devin Brosnan, ujar Howard, yang berada berada di lokasi kejadian. “Dia menjadi saksi mata dan akan bersaksi melawan Rolfe,” katanya.***

Editor: Deni Ahmad Fajar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved