Breaking News:

Peringati Harganas, DPPKB Purwakarta Bakal Berikan 1 Juta Pelayanan Kontrasepsi

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Purwakarta bakal memberikan

shutterstock
Keluarga Berencana. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Purwakarta bakal memberikan pelayanan kontrasepsi 1 juta akseptor di peringatan hari keluarga nasional yang jatuh pada 29 Juni.

Kepala DPPKB Purwakarta, Nurhidayat mengatakan pelayanan terhadap peserta nantinya beraneka macam, seperti metode kontrasepsi jangka panjang, misalnya IUD, implan, vasektomi. Hingga, ada pula pelayanan metode kontrasepsi jangka pendek, semisal pil, suntik, dan alat kontrasepsi.

"Kami ingin warga peduli dan dapat meningkatkan akses pelayanan KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang di wilayah juga sasaran khusus di Purwakarta," katanya, Rabu (17/6/2020).

Nantinya, pelayanan kontrasepsi IUD dan implan akan tersebar di 20 puskesmas se-Purwakarta. Tetapi, untuk kontrasepsi suntik KB, warga bisa mendatangi 288 bidan praktek mandiri yang terdaftar di DPPKB Purwakarta.

Uniknya Face Shield Karakter Star Wars, Fesyen Baru Menuju New Normal

"Kami akan libatkan kader KB untuk pelayanan kontrasepsi pil dan alat kontrasepsi di tingkat desa hingga RW.

Sebelumnya, sempat dalam kesempatan beberapa hari lalu, anggota DPR RI Komisi IX, Dapil Karawang, Bekasi, Purwakarta, Putih Sari mendatangi Puskesmas Koncara dalam rangka mengampanyekan program keluarga berencana.

Ketika disinggung terkait angka kehamilan yang tinggi di masa pandemi saat ini, Putih mengaku sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi, bahkan, kata Putih, di Indonesia tercatat ada sebanyak 400 ribu angka kehamilan baru dan itu sesuatu angka yang tinggi.

"(Angka) itu bukan secara nasional tapi global. Peningkatan kehamilan di masa pandemi ini cukup prihatin ya, karena bukan masalah kehamilannya tapi masalah kualitas kesehatan ibu hamil yang hari ini dinyatakan hamil sehingga perlu diprioritaskan jangan sampai melahirkan generasi yang tak sehat," ujarnya.

Pasar Tagog Padalarang Akan Segera Direvitalisasi, Bakal Ada Juga Wisata Kuliner

Namun, berbanding terbalik dengan Kabid KBKR BKKBN Jabar, Pintauli yang justru mengaku tak ada kenaikan yang signifikan angka kehamilan khususnya di wilayah Jawa Barat.

"Tinggi itu kunjungan orang hamil ke pelayanan cukup baik. Artinya kunjungan baik jadi gak ada kenaikan signifikan. Tingginya angka kehamilan belum terlihat. Namun, pelayanan KB tetap berjalan," ujar Pintauli.

Dalam kesempatan ini pun Anggota Komisi IX DPR RI dan BKKBN Jabar mengimbau kepada warga masyarakat untuk menunda kehamilan lantaran masih masa pandemi hingga benar-benar ditemukannya vaksin yang tepat.

"Kalau hamil kan daya tahan tubuh rawan kalau terinfeksi dikhawatirkan berpengaruh pula ke kesehatan janin," ucap Putih

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved