Minggu, 19 April 2026

Sempat Turun Saat PSBB, Pendapatan Samsat Majalengka Berangsur Naik Jelang AKB

Pendapatan Samsat Majalengka turun hingga 20 persen dari jumlah potensi pajak selama masa pandemi Covid-19 dan pemberlakukan PSBB.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Kantor Samsat Majalengka yang berada di Jalan KH Abdul Halim Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Pendapatan Samsat Majalengka turun hingga 20 persen dari jumlah potensi pajak selama masa pandemi Covid-19 dan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menjelang pemberlakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB), penerimaan pajak berangsur pulih.

Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan Pajak Samsat Majalengka, Doni Firyanto, mengatakan, penurunan itu dikarenakan pengurangan pelayanan di masa pandemi.

"Di masa pandemi Covid-19 ini memang ada penurunan pendapatan atau turunnya pembayaran pajak kendaraan oleh wajib pajak kira-kira 20 persen. Analoginya jika pendapatan Rp 100 juta, ya, masa pandemi hanya masuk Rp 80 juta, itu pun didominasi dari pembayaran online," ujar Doni, Senin (15/6/2020).

Dia mengatakan, pada awal minggu ini juga terjadi lonjakan wajib pajak yang melakukan aktivitas pembayaran, baik tahunan maupun lima tahunan, serta mutasi masuk dan keluar serta pengurusan lainnya.

"Ya, ada lonjakan, karena juga adanya perpanjangan program tripel untung berupa penghapusan denda pajak dan potongan BBN II 1 persen dari nilai jual kendaraan serta bebas progresif," ucapnya.

Jenazah PDP Tak Dikafani dan Dipakaikan Popok Viral, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Doni mengatakan, saat ini kendaraan yang terintegrasi di Kabupaten Majalengka mencapai 370 ribu unit.

Jumlah itu merupakan potensi pajak kendaraan secara keseluruhan termasuk kendaraan hilang, ditarik leasing, dan jual-beli yang tidak dilaporkan ke samsat.

Warga Desa Geresik Kuningan Digegerkan Penemuan Mayat di Aliran Sungai, Ada Alat Penyetrum Ikan

Dalam situasi normal, Samsat Majalengka setiap hari bisa melayani lebih dari 600 wajib pajak termasuk pelayan kantor induk, Samsat Masuk Desa dan Samsat Keliling.

"Berharap kesadaran wajib pajak untuk taat karena pajak untuk pembiayaan pembangunan. Apalagi, saat ini seperti arahan dari gubernur diprioritaskan untuk penanganan Covid-19," kata Doni. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved