Breaking News:

Pendiri Komunitas Hong Ingin Permainan Tradisional Masuk Kurikulum Sekolah

ZAINI Alif, yang dikenal sebagai doktor permainan, berencana memasukkan permainan tradisional ke kurikulum sekolah. Zaini Alif juga pendiri Komunita

Istimewa/Komunitas Hong
Zaini Alif, Pendiri Komunitas Hong 

ZAINI Alif, yang dikenal sebagai "doktor permainan", berencana memasukkan permainan tradisional ke kurikulum sekolah. Zaini Alif juga pendiri Komunitas Hong.

Nantinya, permainan tradisional dimasukkan ke proses pembelajaran, bukan mata pelajaran tersendiri.

"Misalkan anak SD atau SMP itu tidak langsung mengenal olahraga prestasi, tapi diperkenalkan dulu dengan gerak dalam permainan tradisional.

Baru ke olahraga yang menyenangkan dan setelah itu ke olahraga prestasi," kata pendiri Komunitas Hong, Zaini Alif, kepada Tribun melalui aplikasi Zoom, Jumat (12/6).

Zaini juga sedang menggerakkan secara nasional bermain permainan tradisional selama 15 menit sebelum masuk sekolah.

Menurut Zaini, gerakan itu bisa membuat anak-anak bisa lebih lama berkonsentrasi untuk mengikuti pelajaran.

"Kalau dipaksakan anak-anak langsung kelas, ada penelitian, anak-anak hanya bertahan lima menit untuk berkonsentrasi penuh karena udaranya belum siap.

Anak-anak dulu itu kuat satu jam sidakep memperhatikan gurunya. Konsentrasinya bagus karena banyak gerak dulu sebelum masuk kelas," katanya.

Zaini, yang juga Ketua Umum Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), memiliki kemitraan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berwenang dengan hal tersebut.

"Berkaitan dengan rencana permainan ini masuk kurikulum, alhamdulillah sudah terbuka, jadi permainan itu masuk kurikulum," katanya.

Halaman
1234
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved