Selasa, 7 April 2026

Hansamo Bandung, Berawal dari Seru-seruan Hingga Cinta Budaya Korea

Namanya Bandung Korea Community yang berdiri pada 10 September 2006. Orang Korea menyebut komunitas ini Bandung Hansamo.

Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Istimewa
Kelas Kpop Cover Dance: Hansamo Modern Dance (Tricky Wickey mengcover idol Twice). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tadinya hanya seru-seruan di forum, para pencinta budaya Korea asal Bandung sepakat membuat komunitas pencinta budaya Korea.

Namanya Bandung Korea Community yang berdiri pada 10 September 2006. Orang Korea menyebut komunitas ini Bandung Hansamo.

Hansamo merupakan akronim dari hanguk saranghaneun saramdeuri moim, artinya perkumpulan orang-orang yang mencintai Korea.

"Keenam perempuan itu tadinya ngumpul-ngumpul ngobrolin soal Korea. Akhirnya mereka sepakat untuk serius membentuk komunitas pencinta budaya Korea," kata Adhan (30), pengurus Modern Dance Bandung Korea Community, Kamis (11/6/2020).

Menurut Adhan, keenam perempuan itu belajar sendiri dan berkenalan dengan orang-orang Korea untuk pengembangan komunitasnya.

Foto bareng pengurus dan perwakilan kelas Hansamo Bandung bersama Kedubes Korea di Indonesia Kim Changbeom (keempat dari kiri, depan). Di samping kanannya Ketua Hansamo Bandung, Sani Ihsania dan Maggie Garmini (depan, keempat dari kanan).
Foto bareng pengurus dan perwakilan kelas Hansamo Bandung bersama Kedubes Korea di Indonesia Kim Changbeom (keempat dari kiri, depan). Di samping kanannya Ketua Hansamo Bandung, Sani Ihsania dan Maggie Garmini (depan, keempat dari kanan). (Istimewa)

Mereka juga, kata Adhan, membuat proposal untuk pembentukan komunitas ini.

Latar belakang pembentukan Hansamo juga ada pengaruh dari drama Korea (drakor) yang booming pada 2006. Mereka, kata Adhan, memang penggemar drama Korea.

Adik Ani Yudhoyono, Pramono Edhie Meninggal Dunia, Dulu Jadi Pendonor Sumsum Tulang Belakang

INNALILLAHI, Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Meninggal Dunia, AHY Jelaskan Penyebab dan Pemakaman

Menurutnya, saat itu, drama korea lebih booming ketimbang K-Pop, yang belakangan melanda Indonesia juga.

Adhan mengatakan, dulu, orang-orang masih sulit membedakan drama seri Jepang, Cina, dan Korea.

"Saya masih hafal dulu itu ada drama Winter Sonata, Starway to Heaven, Full House, dan Jewel in the Palace. Saya hafal karena ibu saya juga demen drama Korea," kata Adhan sambil tertawa.

Komunitas ini terus berkembang. Usianya nyaris menyentuh 14 tahun. Hansamo menjadi satu- satunya komunitas pencinta Korea di Indonesia yang diakui Kedutaan Korea.

"Kami memang diakui sama kedutaan Korea di Indonesia. Beberapa orang Korea juga banyak yang tahu ada Hansamo di Bandung. Mereka tahunya dari mulut ke mulut," kata Adhan.

Besok Jalan Sesama dan Prosa Pramoedya Anata Toer, Cek Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 14 Juni 2020

BREAKING NEWS Kabar Duka, Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo, Adik SBY, Meninggal Dunia

Menurut Adhan, dukungan Kedutaan Korea terhadap Hansamo sangat banyak.

Dari awal mereka, kata Adhan, kerap menyumbang hanbok (pakaian orang Korea), buku-buku, DVD, boneka, sampai pajangan kotak perhiasan ala zaman dulu.

"Mereka juga kirim guru tari dan bahasa. Mereka mengajar pengurus Hansamo kemudian menurunkannya ke para anggota," kata Maggie Garmini (40), pengurus Kelas Bahasa Korea dan penari tari tradisional Korea di Hansamo. (januar ph)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved