Breaking News:

Konsumsi Telur Infertil Bahaya Bagi Kesehatan, Jangan Tergiur karena Harganya Murah tapi Cepat Busuk

Telur infertil murah namun berbahaya bagi kesehatan. Terlebih telur infertil cepat busuk.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Seli Andina Miranti
Pixabay
ilustrasi telur infertil 

Hal itu juga diungkapkan Tedi Setiadi,

Dia menegaskan, sesuai dengan Permentan nomor 32 tahun 2017, telur infertil tak boleh diperjualbelikan.

Dia mengingatkan agar masyarakat lebih waspada saat membeli telur, termasuk tak tergiur harga telur yang murah.

Tim Satgas Pangan Kota Tasikmalaya menemukan telur infertil di salah satu kios telur di p Pasar Induk Cikurubuk, saat sidak telur infertil, Selasa (9/6)
Tim Satgas Pangan Kota Tasikmalaya menemukan telur infertil di salah satu kios telur di p Pasar Induk Cikurubuk, saat sidak telur infertil, Selasa (9/6) (tribunjabar/firman suryaman)

Telur infertil ternyata dapat berbahaya jika dikonsumsi.

Sebagai informasi, menurut laman Kompas.com, telur infertil termasuk dalam kategori telur HE (hatched egg).

Telur HE merujuk pada telur yang tak digunakan atau produk yang tak terpakai dari perusahaan breeding ayam broiler atau ayam pedaging.

Selain dari telur infertil, telur HE bisa berasal dari telur fertil namun tak ditetaskan perusahaan breeding.

Alasannya antara lain suplai anakan ayam atau DOC (day old chick) yang sudah terlalu banyak, sehingga biaya menetaskan telur lebih mahal dari harga jual DOC.

Perlu diketahui juga, telur infertil umumnya sudah mulai membusuk dalam seminggu.

Tedi juga khawatir dengan telur infertil yang dijual di Pasar Cikurubuk.

Satgas Pangan Kota Tasikmalaya Sidak Telur Infertil di Pasar Induk Cikurubuk, Begini Hasilnya

Telur itu nantinya bakal jadi anak ayam tapi gagal.

"(Telurnya) langsung kami amankan, karena dikhawatirkan sebelum terjaul sudah membusuk, karena hanya tahan seminggu," kata Tedi.

"Jika telur infertil membusuk sampai dikonsumsi, bisa bahaya. Kan ada bakteri juga," sambungnya.

Ciri-ciri Telur Infertil

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN), Blitar Rofiyasifun pernah mengatakan, ada beberapa ciri fisik yang bisa dibedakan antara telur infertil dan telur ayam negeri.

Telur infertil memiliki ciri fisik yaitu cangkangnya berwarna pucat atau putih.

Sedangkan, telur ayam ayam negeri warna cangkangnya agak kecokelatan.

Jelang Lebaran, Harga Telur Ayam di Kota Sukabumi Kembali ke Harga Normal

"Paling gampang bedakannya, kalau ciri telur HE itu warnanya pucat. Kalau telur biasa kan warnanya agak cokelat. Memang telur ayam negeri juga ada yang putih, itu biasanya berasal dari ayam yang sakit, tapi itu jumlahnya sedikit," ujar Rofiyasifun, Selasa (13/5/2020), dikutip TribunJabar.id dari Kompas.com.

Selain itu, lanjutnya, telur infertil juga memiliki harga yang relatif murah.

Harganya hanya berada di kisaran Rp 7.000 sampai Rp 10.000 per kg, jauh di bawah harga telur ayam ras yang umumnya dijual di pasar di atas Rp 20.000 per kg.

"Murah karena telur ini harus segera cepat dijual, karena dia akan cepat busuk dalam seminggu. Makanya dijual sangat murah. Dari sisi kualitas juga kurang. Telur HE harusnya dimusnahkan atau untuk CSR perusahaan," kata Rofiyasifun.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved